Hebat! Mahasiswa Ciptakan Angkot Baca
Cari Berita

Advertisement

Hebat! Mahasiswa Ciptakan Angkot Baca

Selasa, 27 Februari 2018

Foto : Usai acara diskusi akbar dan launching angkot baca, kamunitas mahasiswa bergerak bersama relawan sopir angkot baca melakukan foto bersama.
Indikatorbima.com - Selama ini, Angkot hanya dijadikan sebagai alat transportasi oleh masyarakat kota. Baik itu masyarakat umum, pelajar, maupun mahasiswa. Namun hari ini, angkot tidak hanya dijadikan sebagai alat transportasi masyarakat. Bayangkan saja, sekitar 13 Angkot dengan berbagai rute di Kota Malang selain difungsikan sebagai alat transportasi oleh masyarakat kota, Angkot juga dijadikan sebagai tempat membaca. Hal itu merupakan terobosan baru dari Komunitas Mahasiswa Penggerak, Selasa (27/02/18).

Puluhan mahasiswa (kader IMM) yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Penggerak (MAGER) Malang berhasil mengubah angkot sebagai perpustakaan berjalan atau yang biasa disebut angkot baca. Disetiap angkot telah disediakan berbagai buku untuk dibaca oleh para penumpang. Penumpang tidak lagi bosan menunggu, duduk dan diam di dalam angkot.

Lahirnya ide angkot baca dari Komunitas Mahasiswa Penggerak (MAGER) ini berawal dari keresahan dari anggota dan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Raushan Fikr FKIP-UMM. Yang ingin melakukan perubahan di Kota Malang. Mereka ingin terjun langsung ke masyarakat.

"Gerakan komunitas Mahasiswa Penggerak ini berawal dari keresahan dari IMM Raushan Fikr FKIP -UMM dan kami berpikir selama ini mahasiswa  belum melakukan gerakan perubahan  dan mahasiswa hanya turun  berdemontrasi. sehingga kami berpikir dengan terjun langsung ke masyarakat melalui gerakan Komunitas MAGER," Tutur M. Taufiqi Rochman salah satu  Stering Comite Komunitas Mahasiswa Penggerak. 

Ditempat yang sama Lutfi Nurul Rosyidah SC lainnya menyatakan, bahwa dalam perjalanan Komunitas Mahasiswa Penggerak tersebut terdapat banyak sekali tantangan, seperti halnya kesulitan menjalin kerjasama dengan para supir angkot dan masalah pendanaan. Namun, karena usaha yang sungguh-sungguh semua itu dapat teratasi dengan baik.

"Ada beberapa kendala dalam perjalanan Komunitas Mager ini, kami sulit untuk meyakinkan dan berkerjasama dengan para supir angkot. Namun, dengan usaha yang sungguh-sungguh dan  Alhamdulillah bisa berjalan seperti sekarang ini," ujarnya kepada Indikator Bima.

"Dalam perjalanannya kendala lainnya adalah masalah pendanaan, karena semua berangkat dari nol maka waktu pertama berdiri kami berinisiatif untuk mempresentasikan komunitas kami beserta tujuannya dari kelas ke kelas, dan Alhamdulillah dengan uang sumbangan yang kami dapat, kami bisa membeli beberapa buku dan acrilik untuk pemasangan angkot," jelasnya.

Lutfi pun berharap, kedepannya armada angkot baca dapat bertambah lagi dan masyarakat benar-benar dapat merasakan manfaat dari keberadaan angkot baca tersebut.

"Semoga ke depanya menambah program untuk mengembangkan literasi, dan juga khusus angkot baca bisa menambah armada angkot baca lagi dan mengepakkan sayap lebih luas, sehingga dampak dari angkot baca ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat," harapnya.
Foto : Anggota MAGER melakukan foto bersama dengan dua orang narasumber
Seperti yang diketahui, Mager berdiri sejak akhir tahun 2016 dan mulai bergerak awal tahun 2017 sekitar 13 angkot baca dengan beberapa jurusan yang dimana setiap angkotnya diisi sekitar 15 buku bacaan ringan untuk masyarakat, seperti majalah, novel, buku cerita anak-anak, dan beberapa jenis buku yang santai untuk dinikmati. 

Pada hari Minggu, 24 Februari 2018 kemarin, Komunitas Mahasiswa Penggerak (MAGER) Malang gelar Diskusi Akbar yang bertajuk "Literasi Kerakyatan" dan Launching Angkot Baca di Cus-Cus Cafe Jl. Mergo. Dau. Malang. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan undangan perwakilan dari puluhan komunitas dan Organisasi Daerah Kemahasiswaan (ORDA) di Malang. Usai melakukan diskusi akbar, Acara dilanjutkan dengan Launching Angkot baca. Acara yang berlangsung dari pukul 19.00-selesai WIB tersebut berjalan cukup khidmad.

Setelah secara resmi dibuka oleh Nurul Firdaus selaku ketua MAGER, acara kemudian dilanjutkan dengan Diskusi Akbar. Hadir sebagai narasumber, Eko Cahyono (tokoh literasi nasional pendiri perpustakaan mandiri anak bangsa), pak Sawi (Relawan angkot baca komunitas MAGER) dan Prof. Djoko Saryono (Budayawan dan guru besar sastra UM). 

Usai diskusi akbar, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para narasumber, setelah itu, acara kemudian dilanjutkan launching angkot baca secara simbolik dengan ditandai adanya penyematan rompi relawan kepada perwakilan supir angkot baca.

Reporter : Taufiqurrahman
Editor      : Fuad D Fu