DKP Bersama KIPM Bima Sosialisaikan Bahaya Keamanan Pangan Asal Ikan
Cari Berita

Advertisement

DKP Bersama KIPM Bima Sosialisaikan Bahaya Keamanan Pangan Asal Ikan

Rabu, 28 Februari 2018

Foto : Sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bina
Indikatorbima.com - Pada hari Selasa (27/02) kemarin, di Aula Pantai Kalaki Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima bersama dengan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Bima - Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan Sosialisasi Bahaya Keamanan Pangan Asal Ikan kepada para supplier, pengolah produk hasil perikanan, serta miniplant yang berada di wilayah Kabupaten Bima, Rabu (28/02/18)

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Bima, Ir Hj. Nurma dalam sambutannya menyatakan, bahwa kabupaten Bima merupakan salah satu wilayah penghasil komoditas perikanan yang cukup besar.

"Kabupaten Bima merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perikanan yang cukup besar dengan perairan laut dan lahan budidaya yang luas merupakan salah satu aset daerah untuk pengembangan perikanan di wilayah Kabupaten Bima," ujarnya.

"Kegiatan budidaya tersebut juga harus didukung dengan mutu produk hasil perikanan yang berkualitas standar ekspor, serta aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat bagi ikan-ikan yang dijual di pasar lokal," lanjut Nurma.

Menurutnya pengetahuan tentang usaha pengolahan hasil perikanan terkait bahaya keamanan pangan sangat diperlukan agar produk yang dihasilkan berkualitas. 

"Perlunya pengetahuan para pelaku usaha pengolahan hasil perikanan terkait dengan bahaya keamanan pangan menjadi wajib diperlukan agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas," tutur Nurma.
Foto : Suasana sosialisasi
Lebih lanjut Nurma mengatakan bahwa, dalam hal membantu dan mendukung usaha pengolahan ikan kepada pelaku usaha DKP Kabupaten Bima telah melakukan berbagai upaya, diantaranya memberikan pendampingan, sarana dan prasarana. Hal itu dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat bersaing baik disakal nasional maupun skala internasional.

"DKP Kabupaten Bima telah melakukan berbagai macam program untuk mendukung pengembangan usaha tersebut melalui berbagai hal antara lain pendampingan home industri pengolahan hasil perikanan sehingga produk yang dihasilkan telah mampu menembus pasar di supermarket untuk bandeng presto," katanya.

"Pemberian bantuan sarana dan prasarana pengolahan serta dukungan kepada pelaku usaha untuk proses sertifikasi agar mampu bersaing di skala nasional bahkan internasional," tambah Nurma.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengolahan, Pengujian, Dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Faryani, S.Pi, berharap agar para pelaku usaha unit pengolahan ikan dapat mensosialisasikan mengenai bahaya dan keamanan pangan asal ikan kepada masyarakat luas, hal itu dilakukan agar masyarakat dapat hidup secara sehat.

"Para pelaku usaha unit pengolahan ikan diharapkan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat luas mengenai bahaya keamanan pangan asal ikan, seperti ikan berformalin, boraks, serta bahan biologi maupun kimia berbahaya lainnya kepada masyarakat dari pengetahuan yang didapat pada kegiatan sosialisasi ini, sebagai salah satu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat" tuturnya.
Foto bersama usai sosialisasi
Lebih lanjut Fatoni Rahman, Seksi Pengawasan dan Pengendalian Stasiun KIPM Bima, dalam materinya menjelaskan, bahwa untuk menghindari masyarakat dari bahaya keamanan pangan asal ikan. Pihaknya sudah dan akan terus melakukan upaya monitoring kesegaran ikan, residu dan bahan berbahaya di pasar tradisional, miniplant, TPI serta home industri pengolahan ikan.

"Bahaya keamanan pengan asal ikan perlu diketahui baik bahaya biologi, fisika maupun kimia, sehingga produk yang dihasilkan berkualitas dan aman dikonsumsi. Stasiun KIPM Bima melakukan kegiatan pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan melalui berbagai kegiatan antara lain monitoring kesegaran ikan, residu dan bahan berbahaya di pasar tradisional, miniplant, TPI serta home industri pengolahan ikan," jelasnya.

"Kegiatan sertifikasi perlu diterapkan bagi para pelaku usaha perikanan terkait dengan hasil perikanan yaitu melalui sertifikasi CPIB pada tingkat supplier maupun miniplant serta HACCP untuk Unit Pengolahan Ikan (UPI) sehingga produk yang dihasilkan dapat dijamin bahwa aman dikonsumsi," tutup Fatoni.

Reporter : Furkan As
Editor      : Fuad D Fu