Dilaporkan Atas Diduga Mark Up ADD, Kades Karampi Ungkap Buruknya Perilaku Aktivis
Cari Berita

Advertisement

Dilaporkan Atas Diduga Mark Up ADD, Kades Karampi Ungkap Buruknya Perilaku Aktivis

Selasa, 06 Februari 2018

Foto : Kepala Desa Karampi Kecamatan Langgudu Drs. Rifdun H. Hasan.
IndikatorBima.com - Kepala Desa Karampi Kecamatan Langgudu Drs. Rifdun H. Hasan yang dilaporkan oleh dua aktivis atas dugaan Mark Up dalam pengelolaan ADD mengungkapkan, bahwa pelaporan itu dilakukan karena dua aktivis tersebut tidak diberi uang, Selasa (06/02/2018).

Dilansir dari salah satu media online Mimbarntb.com, Laporan atas dugaan Mark UP ADD ini diserahkan oleh Usrah/Andre selaku Sekjen DPW LSM KIPANG NTB bersama salah satu pemuda asal Desa Karampi Afriadin, SH. yang diterima oleh Reza Seksi Intel Kejaksaan Negeri Raba Bima, di ruangan Seksi Kasat Intel, senin (29/01/2018) lalu.

Sesuai yang disampaikan Usrah kepada Mimbarntb.com bahwa laporan itu bedasarkan investigasinya dilapangan, dan kuat dugaan Kepala Desa Karampi dalam pengelolaan ADD terjadi penyimpangan yang mengarah ke tindak pidana korupsi. 

Menanggapi pemberitaan tersebut, Kepala Desa Karampi Drs. Rifdun H. Hasan mengungkapkan, bahwa laporan tersebut berawal dari ketidak puasan pelapor yang sempat meminta uang kepadanya. 

"Awalnya Afriadin meminta uang 8 juta, tapi saya sampaikan itu terlalu besar jumlahnya," ungkap Kades Drs. Rifdun H. Hasan.

Lebih lanjut, Kades Karampi mengaku pernah diancam oleh salah satu aktivis pelapor Afriadi SH. Jika ia tidak memenuhi permintaan aktivis tersebut, maka dirinya akan dilaporkan ke pihak yang berwajib. 

"Akhirnya mereka mengancam saya akan dilaporkan ke Polisi atau Kejaksaan," ujar Drs. Rifdun.

Sebagai Kepala Desa yang mengemban amanah rakyat dan mengatur pemerintahan di Desa Karampi, Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima, Drs. Rifdun H. Hasan menganggap ancaman pelaporan tersebut adalah hak mereka sebagai aktivis dan masyarakat untuk melaporkan.

"Itu hakmu," tutur Drs. Rifdun kepada pelapor saat itu.

Dasar persoalan tersebut sudah disampaikan Kades Karampi kepada pihak Kejaksaan Raba Bima Rabu (31/01/2018) lalu, kejaksaan Raba Bima juga menyarankan Kades Karampi untuk tetap tenang dan sesuai prosedur.

"Tak usah gentar pak Kades ya, yang penting kita kerja melalui dan sesuai prosedur" Kata Drs. Rifdun mengutip saran pihak kejaksaan Raba Bima.

Reporter : Subhan Forest
Editor      : Furkan As