Terkait Kasus Penembakan, Kapolres Bima : Tolong Sampaikan Info Ini Kepada Publik
Cari Berita

Advertisement

Terkait Kasus Penembakan, Kapolres Bima : Tolong Sampaikan Info Ini Kepada Publik

Jumat, 26 Januari 2018

Foto : Kapolres Panda Kabupaten Bima, AKBP. Bagus. S. Wibowo, SIK. 
Indikatorbima.com - Usai memberikan keterangan terkait kasus penembakan terhadap Ahmadin (35) warga Desa Londu, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, yang dilakukan oleh anak buahnya. Kapolres Panda Kabupaten Bima, AKBP. Bagus Satriyo Wibowo, SIK. Meminta kepada media untuk menyampaikan informasi ini, Jum'at (26/01/18).

Baca : Ini Motif Penembakan Warga Lambitu Oleh Oknum Polres Kab. Bima

Kapolres Panda Kabupaten Bima, AKBP. Bagus Satriyo Wibowo, SIK. Meminta kepada media untuk menyampaikan kepada publik, bahwa siapapun yang ingin memberikan klarifikasi dan tanggapan terhadap kasus penembakan warga Lambitu, diharapkan untuk datang langsung ke kantor Kapolres panda Kabupaten Bima di Jalan Sultan M. Salahuddin, Palibelo, Panda, Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia mengaku bahwa, pihaknya dengan tangan terbuka menyambut pihak-pihak yang dimaksud. 

"Tolong sampaikan kepada khalayak yang ada di bima ini, kalau memang ada sesuatu dan lain hal yang ingin di klarifikasi dan lain sebagainya datang kesini. Dengan tangan terbuka kita sambut, catat nomor telpon saya, kalau memang ada yang nggak nyambut, telpon saya," katanya saat di temui oleh reporter Indikator Bima di ruang kantornya, Kamis (25/01/18).

"Kita juga tidak ingin memposisikan diri dengan masyarakat itu yang kesannya kayak gitu. Kita merasa berada di tengah-tengah mereka yang kita buka diri, buka ruang," lanjutnya.

Lebih lanjut, AKBP. Bagus Satriyo Wibowo, SIK. Mengatakan, bahwa pihaknya akan menjelaskan segala sesuatunya sesuai dengan fakta dan kenyataan yang terjadi. Jika ada perbedaan pendapat dalam proses klarifikasi dan lain-lain, pihaknya akan sangat menghargai itu. Bahkan, dirinya menyarankan kepada pihak-pihak terkait untuk menempuh jalur hukum yang tersedia.

"Dengan tangan terbuka kita sambut dan kita akan jelaskan kalau memang kita salah kita bilang salah, kalau memang kita bilang ndak salah ya kita bilang nggak salah, kalau memang ada perbedaan pendapat ya kita hargai perbedaan pendapat itu," ujarnya. 

"Kalau memang ndak ada titik temu kesepakatan dengan adanya perbedaan pendapat ini silahkan lakukan langkah-langkah hukum, permasalahkan dan lain sebagainya," tutupnya.

Reporter : Taufiqurrahman
Editor      : Fuad De Fu