Sepuluh Kejanggalan Dalam Kasus Dugaan Maling Mobil di Bugis-Sape
Cari Berita

Advertisement

Sepuluh Kejanggalan Dalam Kasus Dugaan Maling Mobil di Bugis-Sape

Sabtu, 06 Januari 2018

Ilustrasi ketika seseorang mempertanya sesuatu dibalik sesuatu (foto : Youthmanual)
Indikatorbima.com - Ada beberapa kejanggalan yang terjadi dalam kasus dugaan maling, perampokan, atau pencurian mobil di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Sebagaimana pemberitaan dengan judul "Maling Mobil di Bugis-Sape: Pemilik Mobil dan Pelaku Menjadi Korban Bacok" di salah satu chanel media dari Bima, baik dari kronologis, pernyataan pihak kepolisian, pemberitaan maupun informasi yang sedang beredar. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Indikator Bima, timbul beberapa pertanyaan tentang apa motifnya, bagaimana kronologisnya, siapa dan berapa jumlah pelakunya, serta siapa sebenarnya yang membacok Munawir dalam kasus dugaan maling, pencurian atau perampokan mobil tersebut?

Baca Juga : Munawir Dituding Maling Mobil di Bugis-Sape, Keluarga: Berita itu Tidak Masuk Akal

"Itu berita sepihak, Mana mungkin orang yang ga bisa nyetir mobil, merampok mobil," tulis @Sudirman Lgd, salah satu warganet pada kolom komentar Facebook. 

Pada awal pemberitaan di salah satu chanel media dari Bima mengatakan bahwa ada laporan pihak kepolisian tentang peristiwa perkelahian/pembacokan yang melibatkan sedikitnya lima orang, yaitu tiga orang yang salah satunya diketahui bernama Munawir (45) tahun warga asal Desa Rupe, Kecamatan Langgudu dan dua orang lainnya belum diketahui identitasnya yang diduga sebagai pelaku maling, perampokan atau pencurian mobil, dan dua orang lainya diduga sebagai korban, yaitu Herman (37) tahun dan Wawan (27) tahun warga asal Desa Mangge, Kecamatan Sape.

Dugaan kejanggalan yang terjadi dalam proses pemberitaan dan keterangan polisi serta informasi-informasi yang sedang beredar baru-baru ini, didasari oleh informasi dari penyelidikan awal salah satu anggota kepolisian Sektor Sape, dikatakan bahwa kasus tersebut merupakan upaya maling, pencurian atau perampokan mobil. Dalam pemberitaan itu mengungkapkan bahwa sedikitnya lima orang terlibat dalam peristiwa tersebut, yaitu tiga orang diduga sebagai pelaku dan dua orang diduga sebagai korban.

Dikatakan dalam pemberitaan tersebut bahwa pelaku diketahui berjumlah tiga orang (informasi awal dari anggota polisi). Namum, dalam pernyataan/keterangan salah satu anggota kepolisian Sektor Sape yang dimaksud, tidak menyebutkan pelaku berjumlah tiga orang, akan tetapi hanya menyebutkan dua orang pelaku yang datang secara tiba-tiba dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna putih dan membacok korban.  
"Saat korban turun dari mobil tiba-tiba datang 2 orang pelaku dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna putih tanpa Nopol dan membacok korban," kata anggota polisi Sektor Sape sebagaimana dilansir dari metromini.co.id. Kamis (04/01/18).

Dari kronologis yang disampaikan oleh salah satu anggota kepolisian tersebut, timbul pertanyaan yang cukup menguras pikiran, yaitu sebenarnya berapa pelaku dalam kasus dugaan maling, perampokan, pencurian mobil tersebut? Apakah dua atau tiga orang? Kalaupun dua berarti cukup sesuai dengan pernyataan polisi tersebut. Kalaupun tiga, yang satunya datang menggunakan apa? Apakah mereka berboncengan tiga orang sekaligus menggunakan satu sepeda motor. Namun jelas, kata polisi hanya dua orang yang menggunakan sepeda motor itu.

Dikatakan pula dalam pemberitaan tersebut, bahwa sempat terjadi baku rebut parang di antara Munawir dan Herman hingga akhirnya Herman berhasil merebut parang dan membacok Munawir setelah sebelumnya Munawir membacok kepala Herman. Betapa hebatnya Herman ketika berhasil merebut parang itu dan membacok Munawir hingga mengalami luka yang cukup serius.

"Akibat bacokan tersebut, korban bernama Herman ini mengalami luka pada kepala bagian atasnya, Sempat terjadi baku rebut parang yang digunakan oleh pelaku dan parang tersebut berhasil direbut oleh korban dan langsung membacok pelaku atas nama Munawir," terang anggota polisi sebagaimana dilansir dari media metromini.co.id.

"Akibat pembacokan yang dilakukan oleh Herman, mengenai lengan kirinya. Dua bacokan Herman pada Munawir membuat pergelangan tangan kiri Munawir nyaris putus, Satu bacokan mengenai punggung kiri bawah munawir dan dan satu bacokan punggung kanan atasnya," tambah dia. 

Diceritakan pula dalam kronologis peristiwa tersebut, bahwa Wawan pada saat itu sedang duduk di dalam mobil sebelum menolong Herman (tidak dijelaskan bagaimana Wawan menolong Herman), ketika itu Wawan turun dari mobilnya karena melihat Herman dibacok oleh Munawir. Pada saat yang sama pula dikatakan bahwa, ketika Wawan turun dari mobil, tiba-tiba seorang pelaku lainnya datang dan membawa lari mobil Herman. 

"Lanjut dia, melihat keadaan Herman, sopir atas nama Wawan turun dari mobil untuk menyelamatkan Herman. Tiba-tiba datang seorang pelaku langsung membawa kabur mobil korban. Dan pelaku lainnya melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor," salah satu paragraf pemberitaan yang dikutip dari metromini.co.id.

Pertanyaanya adalah, siapa yang sebenarnya membacok Munawir, benarkah Herman atau orang lain? Siapa sebenarnya yang membawa kabur mobil Herman? Bagaimana cara Wawan menolong Herman, adakah Wawan turun dari mobil dengan tangan kosong? Pihak kepolisian pun belum bisa memastikan siapa (identitas) yang membawa kabur/lari mobil tersebut, apakah benar teman Munawir atau bukan? Pihak kepolisian masih menduga, bahwa yang membawa kabur/lari mobil tersebut adalah komplotan Munawir. Pertanyaan ini cukup sesuai dengan pernyataan salah satu pihak keluarga yang tidak mau disebutkan namanya kepada Indikator Bima. 

"Sebelumnya Munawir sempat siuman dari pingsannya, dan sempat mengatakan bahwa yang membacok Munawir bukan Herman tapi orang lain," kata salah satu anggota keluarga Munawir.

Sementara itu, sehari setelah pemberitaan "Maling Mobil di Bugis-Sape: Pemilik Mobil dan Pelaku Menjadi Korban Bacok" tersebar di hadapan publik, muncul kembali pemberitaan lanjutan "Pihak Keluarga Meminta Munawir Sehat, Baru Dikaitkan dengan Kasus Curas di Bugis-Sape", nah, dalam pemberitaan kedua ini muncul lagi kejanggalan yang semakin menjadi-jadi, yaitu Kapolsek Sektor (kapolsek) Sape mengaku tidak mengetahui persis kronologis kejadian kasus itu karena pihak kepolisian belum mendapatkan keterangan dari Munawir. Kapolsek Resor Sape pun hanya menduga bahwa kasus itu dikatakan sebagai Curas hanya karena mobil itu dibawa lari oleh seseorang yang diduga sebagai pelaku dan punya hubungan dengan Munawir.

Namun, Kapolsek sendiri dalam penyelidikan awalnya belum mampu mengungkap siapa sebenarnya yang membawa lari/kabur mobil tersebut, baik dari identitasnya maupun hubungan apa yang terjadi antara si pembawa kabur/lari mobil itu dengan Munawir. apakah benar teman Munawir? Bahkan pihak kepolisian Resor Sape masih membutuhkan waktu untuk mengungkap kebenaran kasus ini. 

"Tunggu satu dua hari lagi, nanti kami kabarkan kalau sudah mendapat keterangan dari keduanya (Munawir dan Herman). Saat ini belum bisa diketahui persis kronologisnya," ucap Kapolsek, Jumat, 05 Januari 2018 kepada Metromini.co.id sebagaimana yang dilansir oleh Indikator Bima.

"Ceritanya, di dalam mobil ada supirnya bernama Wawan dan Herman. Dan saat Herman (warga Desa Mangge, Lambu) turun dari mobil, Munawir (Warga Desa Rupe, Langgudu) datang dan terjadi perkelahian di antara keduanya. Saat ini baik Munawir dan Herman adalah pelaku dan korban. Saat wawan membantu Herman yang mengalami luka bacok di kepalanya. Mobil itu dibawa lari oleh pelaku yang diduga berhubungan dengan Munawir. Makanya ini kasus curas dalam penyelidikan awal kami," lanjut Kapolsek Resor Sape itu.

Kapolsek kembali menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu keterangan kedua belah pihak (Herman dan Munawir) baru kemudian pihaknya akan menghubungi pihak media untuk diberikan keterangan. Media mana?

"Kasus ini masih menunggu keterangan keduanya. Itu intinya. Dan jika sudah ada keterangannya, nanti akan kami segera hubungi pihak media," tutup Kapolsek Sape.

Dalam kasus yang diduga sebagai kasus maling, pencurian atau perampokan mobil itu, berdasarkan informasi yang berkembang dapat kita lihat fakta sementara, yaitu:

1. Pihak kepolisian menduga bahwa peristiwa yang terjadi adalah kasus Curas hanya berdasarkan pada keterangan sepihak dari korban (Herman) dan dugaan yang membawa lari/kabur mobil itu adalah komplotan Munawir.

2. Pihak kepolisian belum mendapatkan keterangan dari Munawir yang diduga sebagai pelaku Curas.

3. Pihak kepolisian belum berhasil mengungkap identitas tentang siapa yang membawa kabur/lari mobil Herman.

4. Pihak kepolisian, berdasarkan keterangan korban yang mengatakan bahwa yang membacok Munawir adalah Herman. Namun, keterangan keluarga berdasarkan keterangan Munawir, mengatakan bahwa yang membacok Munawir bukanlah Herman melainkan orang lain.

5. Pihak kepolisian masih belum mengetahui kronologis kejadian secara pasti, namun sudah membuat dugaan bahwa motif kasus tersebut merupakan Curas mobil.

6. Bahwa pihak kepolisian masih belum mampu menangkap salah satu teman Munawir yang berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

7. Pihak kepolisian tidak menjelaskan secara jelas, bagaimana cara Wawan menolong Herman ketika itu. Pihak kepolisian hanya mengatakan bahwa Wawan membantu Herman yang ketika itu kena bacok di kepalanya.

8. Bahwa, dalam pemberitaan yang dimaksud (metromini.co.id) hanya ada dua pihak dari kepolisian yang memberikan keterangan, yaitu pada hari Kamis, 04 Januari 2018 salah satu anggota kepolisian Resor Sape, kemudian pada hari Jumat, 05 Januari 2018 giliran Kapolsek Sape yang memberikan keterangan.

9. Dalam pemberitaan tersebut, tidak ada satu pun saksi yang telah diperiksa oleh pihak kepolisian. Narasumber pemberitaan yang dimaksud hanyalah salah satu anggota kepolisian Sektor Sape.

10. Bahwa, beberapa waktu kemudian, kepala berita yang awalnya menyebutkan bahwa yang memberikan keterangan adalah salah satu anggota Sektor Sape, namun diralat menjadi salah satu anggota Brimob Bima.


Reporter : Furkan As
Editor      : Subhan Forest