Puluhan Rumah Warga Terancam Hancur, Pemerintah Masih Diam
Cari Berita

Advertisement

Puluhan Rumah Warga Terancam Hancur, Pemerintah Masih Diam

Minggu, 14 Januari 2018

Kondisi puluhan rumah warga hanpir rerkikis oleh erosi arus sungai, jaraknya sangat dekat (Foto : Furkan Sangiang).
Indikatorbima.com - Kondisi puluhan rumah warga di Dusun Bronjong, Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima terancam hancur akibat terkikis oleh erosi arus sungai Bronjong, Minggu (14/01/18).

Beberapa pemuda Desa Sangiang menyayangkan hal ini terjadi. Dianggapnya, pihak-pihak yang bertanggung jawab tidak responsif untuk segera bertindak. Lanjutnya, pembangunan yang terjadi selama ini tidaklah masuk di akal ketika situasi dan kondisi yang urgent tidak diprioritaskan oleh pihak-pihak terkait.

"Apakah harus menunggu beberapa rumah ini hancur lebur baru Bertindak. Saya tidak paham logika pembangunan yang dibangun. Yang terhormat siapa pun yang terhormat tolong ini diprioriraskan," Tulis Furkan salah satu pemuda Desa Sangiang pada akun Facebooknya @Furkan Sangiang.

Di lain pihak, Desa Sangiang memiliki dua wakil Dewan Perwakilan Rakyat. Dikatakan bahwa, kondisi seperti ini, membutuhkan perhatian dan keperdulian Dua wakil rakyat tersebut untuk bertindak mewakili masyarakat Desa Sangiang.

"Saya kira sangiang punya wakil rakyat 2 orang. Dalam keadaan seperti ini, perlu ada perhatian mereka. Adinda Furkan Sangiang, lebih peka dalam hal ini. Kalau mereka tidak perduli, tolong adik-adik karang taruna desa sangiang menyampaikan secara tertulis ke Bupati Bima, tembusan ke Ketua DPRD," tulis akun Facebook @Lauhil Mahfud pada kolom komentar.

Sementara itu, pihak pemerintah Desa Sangiang melalui Sekertaris Desa Sangiang Nasrullah, S.Hut ketika di hubungi oleh Indikator Bima mengatakan, bahwa persoalan erosi arus sungai tersebut, sudah pernah di bahas dan di usulkan pada Musyawara Desa (Musdes). Namun tidak di masukan dalam program pembangunan Desa melainkan akan di tangani oleh pemerintah Daerah, mengingat pengerjaan tersebut memakan biaya yang cukup besar.  
"Soal bronjong pernah di usulkan dan dibicarakan pada saat Musdes tapi itu sudah masuk perencanaan daerah karna mengingat pekerjaan itu butuh anggaran besar," katanya kepada Indikator Bima. 

Sampai dengan berita ini ditulis, pemerintah Desa masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah Daerah. Diharapkan dua orang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) asal Desa Sangiang, yaitu Drs. Saidin dan H. Adlan juga bertindak memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Sangiang. 

Reporter : Furkan As
Editor      : Fuad De Fu