PS NU Pagar Nusa dan Modernisasi
Cari Berita

Advertisement

PS NU Pagar Nusa dan Modernisasi

Rabu, 03 Januari 2018

Foto : Latihan pencak silat Pagar Nusa Tawing Kecamatan Tambakrejo Bojonegoro
Indikatorbima.com - Indonesia yang terbentuk dari berbagai suku, adat, budaya agama dan lain-lain. Semua itu adalah aset daripada negara Indonesia. Tidak hanya itu, Indonesia juga mempunyai banyak pencak silat, herannya di setiap suku di berbagai daerah mempunyai budaya pencak silat sendiri sendiri.

Adapun beberapa pencak silat yang berada di Indonesia ialah persaudaraan Setia hati, persaudaraan setia hati terate, perisai diri, perguruan silat perisai putih, tapak suci, phashadja mataram, harimurti, persatuan pencak silat indonesia, putra betawi, merpati putih, NU pagar nusa dan masih banyak lagi di setiap daerah di Indonesia. Demikian sebagai wujud Indonesia yang kaya dari segi organisasi pencak silatnya. 

Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa. Nama itu diciptakan oleh KH. Mujib Ridlwan dari Surabaya. KH. Mujib Ridlwan adalah putra KH. Ridlwan Abdullah pencipta lambang NU. Pada saat musyawarah di ponpes lirboyo kediri dan sekaligus pembentukan kepengurusan wilayah jawa timur yang pada saat itu di ketuai oleh KH. Abdullah Maksum Jauhari.  

PSNU PAGAR NUSA adalah satu satunya organisasi pencak silat sebagai wadah yang sah di lingkungan nahdatul ulama berdasarkan keputusan muktamar. Organisasi ini berstatus lembaga milik Nahdlatul Ulama yang penyelenggaraan dan pertanggungjawabannya sama sebagaimana lembaga-lembaga NU lainnya. Status resmi kelembagaan inilah yang menjadikan Pagar Nusa wajib dilestarikan dan dikembangkan oleh seluruh warga NU dengan mengecualikan pencak silat atau beladiri lainnya.

Pencak silat NU pagar nusa ini juga salah satu pencak silat yang disegani, dalam sejarah tercatat perjuangan organisasi ini untuk melindungi umat dan NKRI. Organisasi ini juga ikut berkontibusi penumpasan PKI pada zamannya.

Dengan berkembangnya zaman yang srmakin modern, PS NU Pagar nusa ini mulai menyempit dikarenakan masyarakat digiring dengan budaya modern. Sehingga kebanyakan dari masyarakat, bahkan anggota dari PS NU pagar nusa sendiri kehilangan ruhnya untuk melestarikan pencak silat ini. Hal ini menjadi ancaman bagi PS NU pagar nusa sendiri.

Maka dari itu, untuk menghadapi perkembangan zaman yang semakin modern ini harus ada respon keras untuk pimpinan lembaga PS NU Pagar nusa, selaku yang menaungi pencak sulat ini, dan membentuk kembali jati diri warga anggota PS NU Pagar Nusa, dengan melakukan silaturahim ataupun kajian bersama dengan dihadiri beberapa tokoh NU ataupun PS NU Pagar nusa, guna membentuk kembali ruh jati diri PS NU Pagar Nusa. Karena dengan melihat kebelakang ruh terbentuknya pencak silat ini adalah untuk kebaikan umat.

Maka, tidak elok jika semakin lama semakin hilang jati diri PS NU Pagar Nusa sebagai pelindung umat dan Bangsa. 

Harapannya PS NU Pagar Nusa tetap lestari di lingkungan NU, masyarakat umum bahkan di kancah Nasional dan menjadi pencak silat yang aktif berkontribusi untuk melindungi Umat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penulis : Ivan