Munawir Dituding Maling Mobil di Bugis-Sape, Keluarga: Berita itu Tidak Masuk Akal
Cari Berita

Advertisement

Munawir Dituding Maling Mobil di Bugis-Sape, Keluarga: Berita itu Tidak Masuk Akal

Jumat, 05 Januari 2018

Screenshot judul pemberitaan metromini.co.id
Indikatorbima.com - Tidak terima dengan pemberitaan di salah satu media yang menuding Munawir (45) tahun melakukan tindak pidana pencurian, perampokan atau maling mobil di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Pihak keluarga Munawir meminta pihak media dan kepolisian meralat dan mencabut tudingan dalam pemberitaan tersebut, karena tudingan tersebut dianggap tidak masuk di akal, sepihak dan tidak berimbang serta merugikan nama baik Munawir. Keluarga korban malah menduga, bahwa motif dari kejadian tersebut bukan karena motif pencurian atau maling mobil, melainkan karena masalah pribadi antara Munawir dan Herman, Jum'at (05/01/18). 

Sebagaimana isi pemberitaan sebelumnya yang dilansir dari media metromini.co.id yang diberi judul "Maling Mobil di Bugis-Sape, Pemilik Mobil dan Pelaku Menjadi Korban Bacok" dianggap sepihak dan tidak berimbang sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat khususnya pihak keluarga Munawir. Pasalnya dalam pemberitaan tersebut menuding Munawir warga asal Desa Rupe, Kecamatan Langgudu bersama dua orang temannya berupaya melakukan pencurian, perampokan, atau maling mobil Herman (37) tahun warga asal Desa Mangge Baru, Kecamatan Lambu.

"Tidak masuk akal Munawir merampok atau mencuri mobil, kami menduga ada masalah lain, makanya kita tunggu Munawir siuman lagi," ujar salah satu anggota keluarga Munawir yang tidak mau disebutkan namanya kepada Indikator Bima.

Dikatakan dalam pemberitaan tersebut, bahwa Munawir bersama dua temannya melakukan aksinya dengan menggunakan motor Yamaha Vixion warna putih secara tiba-tiba datang dan membacok Herman yang ketika itu sedang turun dari mobil untuk buang air kecil di tengah jalan bersama adiknya Wawan (27) tahun. Dikatakan ketika itu Herman yang awalnya dibacok oleh Munawir berhasil merebut parang dari tangan Munawir kemudian membacok balik Munawir.

"Sebelumnya Munawir sempat siuman dari pingsannya, dan sempat mengatakan bahwa yang membacok Munawir bukan Herman tapi orang lain," lanjut salah satu keluarga tersebut.

"Kami tidak terima dengan pemberitaan sepihak, dan berharap ada klarifikasi lebih lanjut. Kami masih menunggu keterangan lebih lanjut dari Munawir sendiri," tambahnya.

Dikatakan dalam pemberitaan tersebut, bahwa Wawan ketika melihat kejadian itu langsung turun dari mobil untuk menyelamatkan Herman. Namun, tiba-tiba datang seorang pelaku lainnya membawa lari mobil Herman dan pelaku lainnya kabur menggunakan motor.

"Pemberitaan tersebut kami anggap menyudutkan dan merugikan nama baik Munawir, sementara pihak kepolisian dan media belum mendapatkan keterangan langsung dari Munawir," bantahnya. 

Dikatakan pula dalam pemberitaan tersebut, bahwa informasi yang dihimpun oleh media yang bersangkutan awalnya bersumber dari anggota polisi Sektor Sape yang enggan disebutkan namanya, namun beberapa waktu kemudian media tersebut meralat informasinya, bahwa sumber informasi yang mereka dapatkan bukan dari anggota polisi Sektor Sape melainkan bersumber dari seorang anggota Brimob Bima.
Screenshot kepala berita sebelum diralat


Screenshot kepala berita sesudah diralat.
Menanggapi tanggapan pihak keluarga Munawir yang tidak terima dengan pemberitaan yang dimaksud, Pemimpin Redaksi Metromini.co.id Agus Mawardy ketika dihubungi oleh reporter Indikator Bima News melalui Massanger mengatakan, bahwa berita yang ditulis oleh medianya sudah sesuai dengan fakta dan keterangan dari pihak kepolisian bahkan didukung oleh keterangan saksi. Agus Mawardy pun berharap agar pihak keluarga menelpon dirinya ketika ingin memberikan tanggapan atau hak jawab terhadap pemberitaan medianya. Bahkan Agus Mawardy menyarankan agar pihak keluarga yang bersangkutan juga melakukan upaya klarifikasi kepada pihak kepolisian.

"Suruh pihak keluarganya yang bicara. Pasti saya naikkan beritanya. Besok pagi bisa saya yang telpon keluarganya atau pihak keluarga hubungi saya di nomor 085237877773," tulisnya membalas pada massanger ketika diwawancarai oleh reporter Indikator Bima News.

"Minta identitas keluarganya. Enaknya saya yg wawancara dia besok gimana," tulisnya lagi.

Lebih lanjut Agus Mawardy menyatakan, bahwa dirinya belum bisa memberikan komentar/tanggapan lebih jauh atas tanggapan pihak keluarga yang bersangkutan.

"Kalau mau pihak keluarga bisa tanyakan polsek atau polres juga. Kalau berbeda keterangan berita dan pengakuan polres ede ampo loa komentar jauh. Ake saran neh," tulisnya menjawab pertanyaan reporter Indikator Bima News.

Sampai dengan berita ini ditulis, Indikator Bima masih berupaya menghubungi Kapolsek Resort Sape untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait laporan yang dibuat oleh salah satu anggota polisi yang telah melakukan penyelidikan awal dengan memeriksa korban (Herman) sebagaimana isi pemberitaan tersebut. 

"Alhamdulillah, Munawir baru saja menyelesaikan operasi. Mudah-mudahan kondisinya cepat membaik supaya dapat dimintai keterangan," terang anggota keluarga tersebut.

Reporter : Furkan As
Editor      : Fuad De Fu