Ketahui Tata Cara Salat Gerhana Menurut Imam Syafi'i
Cari Berita

Advertisement

Ketahui Tata Cara Salat Gerhana Menurut Imam Syafi'i

Selasa, 30 Januari 2018

Ilustrasi (foto Nu.id)
Indikatorbima.com - Fenomena langka yang pernah terjadi 152 tahun silam (31 Maret 1866) akan terulang pada hari Rabu, 31 Januari 2018. Gerhana bulan yang akan menawarkan 3 keindahan (Super Moon, Blue Blood Moon, dan Gerhana Bulan Total [GBT]) dalam sekali tampilan pun kian ramai diperbincangkan warganet dan pelbagai situs berita daring.

Mengabadikan momen langka dengan swafoto sudah menjadi kebiasaan dan sudah dapat dipastikan akan menghiasi media sosial. Namun mengumpulkan pundi-pundi pahala dalam menyikapi fenomena alam adalah hal lain yang tidak dapat diabaiakan.

Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah melaksanakan "Salat Gerhana". Walau pun salat gerhana bukan suatu kewajiban bagi umat Islam, akan tetapi hukum melaksanakan salat gerhana adalah "sunnah muakkadah" (sunnah yang sangat dianjurkan).

Karena mayoritas umat Islam Indonesia adalah Sunni Imam Syafi'i, maka sudah selayaknya kita mengetahui tata cara salat gerhana menurut Imam Syafi'i – dikutip dari kitab Fiqih Lima Mazhab karangan Muhammad Jawad Mughniyah, hlm. 128-129 terkait Shalat Gerhana Matahari dan Bulan-tata cara salat gerhana menurut Imam Syafi'i adalah dilaksanakan dengan dua rakaat dengan masing-masing rakaat terdiri dari dua ruku'.

Pada rakaat pertama membaca surah Al-Fatihah dan satu surah lain kemudian ruku' dan membaca tasbih, kemudian berdiri kembali lalu membaca surah Al-Fatihah dan salah satu surah lain, lalu kemudian ruku' dan sujud sebagaimana salat pada umumnya. Setelah berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua, maka tata caranya sama dng rakaat pertama dan ditutup dengan tasyahud untuk menyempurnakan salat.

Kapan salat gerhana dilaksanakan? Apa boleh melaksanakan salat gerhana sebagaimana salat sunnah biasa yang dua rakaat? Apakah salat gerhana harus berjamaah?

Salat sunnah gerhana dimulai sejak munculnya gerhana hingga sempurna hilangnya gerhana. Imam Syafi'i membolehkan salat gerhana sebagaimana salat sunnah pada umumnya dan salat gerhana boleh dilaksanakan secara berjamaah mau pun sendiri-sendiri. Wallahualam bissawab.

Penulis : Sirsulk