Kelangkaan dan Naiknya Harga pupuk, Pemuda Kepung Kantor Camat Lambu
Cari Berita

Advertisement

Kelangkaan dan Naiknya Harga pupuk, Pemuda Kepung Kantor Camat Lambu

Kamis, 11 Januari 2018

Foto : Suasana aksi demonstrasi di deoan kantor Kecamatan Lambu
Indikatorbima.com - Aliansi Pemuda Peduli Tani Lambu melakukan aksi domostrasi di depan kantor camat Lambu Kabupaten Bima, masa aksi meminta kebijakan pemerintah untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Kecamatan Lambu, Kamis (11/1/18).

Sekitar 200 masa aksi mengepung kantor Kecamatan Lambu untuk menyampaikan tuntutannya terkait kelangkaan dan naiknya harga pupuk di atas harga HET (Harga Eceran Tertinggi) di Kecamatan Lambu. 

Di antara tuntutan itu mereka meminta pemerintah untuk memaksimalkan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi, memeperjelas gakoptan dan kelompok tani, mengembalikan uang tani sesuai HET, membubarkan PPL, dan mencabut hak izin usaha pengecer nakal.

“Kecamatan Lambu hari ini mengalami kelangkaan serta kenaikan pupuk bersubsidi. Sampai hari ini juga pemerintah Kecamatan Lambu maupun maupun Kabupaten Bima masih menutup mata dan telinganya, maka dari itulah kami turun untuk membangungkan kembali mereka untuk melihat jeritan rakyatnya,” ujar Dayat Korlap Desa Rato kepada Indikator Bima.

"Rakyat akan tetap melawan selama kebutuhan rakyat tidak dipenuhi. Bupati dan Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk segera merespon atas penderitaan petani," tegasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, akan terus melakukan pengalawan terhadap tuntutan yang diminta setelah aksi tersebut dengan tidak lupa berharap semoga pupuk secepatnya hadir dan harga jual kembali seperti yang ditetapkan berdasarkan harga.  
Diketahui, Harga asli pupuk yang sebenarnya 90 Ribu per sak, namun oleh pengecer nakal dijual dengan harga 150 sampai dengan 200 ribu per sak.

Reporter : Muh. Ainul B
Editor      : Fuad De Fu