Kapolres Bima : Berita Berimbang Kasus Penembakan Tak Perlu Dilanjutkan
Cari Berita

Advertisement

Kapolres Bima : Berita Berimbang Kasus Penembakan Tak Perlu Dilanjutkan

Jumat, 26 Januari 2018

Halaman ruang kantor Kapolres
Indikatorbima.com - Setelah dimintai keterangan reporter Indikator Bima terkait kasus penembakan yang terjadi di sekitar pantai kalaki jum'at (19/01/2018) lalu yang berujung damai, Kapolres Panda Kabupaten Bima AKBP. Bagus Satriyo Wibowo, SIK sampaikan informasi yang berimbang untuk masyarakat tidak perlu dilanjutkan, Jum'at (26/01/2018).

"Langkah yang lebih baiknya menurut saya, informasi yang berimbang tidak kita lanjutin, ya saya tidak menyalahkan media tapi saya lebih melihat kondisi saat kita disini seperti apa," ujarnya.

Menurutnya tidak sedikit masyarakat yang marah dan salah paham ketika membaca berita kasus penembakan tersebut, dan tidak mentutup kemungkinan berita itu akan mendapat tanggapan yang lain-lain. 

"Mungkin saat ini cuman satu atau dua orang yang menanggapi, karena terekspos di media malah makin banyak lagi yang menanggapi, syukur-syukur tanggapannya bagus, tapi kalau tidak bagus. Kalau seperti ini yang terjadi makin keruh cerita ini," terangnya.

"Bukan malah memberikan informasi yang berimbang. Dan yang perlu saya informasikan, saya kira langkah-langkah yang kita lakukan sudah cukup," lanjutnya. 

AKBP. Bagus Satriyo Wibowo, SIK juga mengatakan bahwa tidak sedikit media online yang tidak masuk dalam hitungannya.

"Kalau media online itu mungkin tidak masuk hitungan saya ya, apalagi media-media yang mungkin tidam jelas dalam tanda kutip," ujarnya.

Mantan Kasubdit III Dit Reskrimsus Polda NTB ini juga menyampaikan pemberintaan yang keluar di media ada yang lebih besar lagi, menurutnya hal tersebut terkesan jelek untuk bima.

"Melihat itu ada yang lebih besar lagi pemberitaan yang keluar di media, apa ndak makin jelek kesan bima ini" katanya. 

Diakhir kalimatnnya, AKBP Bagus Satriyo Wibowo, SIK berharap apa yang disampaikannya bisa dimaklumi karena langkah-langkah yang sudah dilakukannya dengan pertimbangan yang kuat.

Reporter : Taufiqurrahman
Editor      : Subhan Forest