Kamu, Dia-Dia dan Mereka Aktivis, Dewan-Dewan, Pemerintah dan Rakyat
Cari Berita

Advertisement

Kamu, Dia-Dia dan Mereka Aktivis, Dewan-Dewan, Pemerintah dan Rakyat

Jumat, 26 Januari 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Aktivis adalah masyarakat madani yang peduli terhadap penyimpangan peraturan kenegaraan dan kemaslahatan social. Keberadaan aktivis merupakan interpretation Negara dan representation masyarakat (Kebenaran) jadi ketika mendengar kata aktivis maka merekalah salah satu alat perubahan Negara dan harapan Masyarakat pada umumnya. Beban aktivis menjadi prinsip dan harapan, ketika semua disalahgunakan akan menjadi malapetaka bagi negara dan masyarakat.

Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif merupakan representation Negara dan Bangsa yang berperan sebagai Pembantu masyarakat sebagai alat negara dalam mewujudkan keadilan, harapan dan cita-cita Negara dan Bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi ketika bicara tentang Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif Dia-dialah pelaksana beban dalam bernegara dalam hal mewujudkan kehidupan masyarakat yang bermartabat, berkeadilan social dan membentuk negara yang berdaulat.

Rakyat adalah bagian dari suatu Negara atau unsur penting dari suatu Pemerintah. Rakyat terdiri dari beberapa orang yang mempunyai ideologi ang sama dan tinggal di daerah atau Pemerintah yang sama dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama yaitu untuk membela negaranya bila diperlukan.

Dari ketiga (Kamu ,Dia-Dia dan Mereka) kalau dipandang berdasarkan peranannya masing-masing maka tidak ada kata tidak bisa dalam mewujudkan Negara dan Bangsa yang besar dan berdaulat. Tupoksi kerjanya sangat jelas dan tampa ada yang saling tumpang tindi dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Tak ada nilai takterwudud dan tak ada rasa yang tak capai.

Perwujudan suatu peraadaban dalam suatu negara itu lahir dari kesadaran individu maupun kelompok yang hidup didalam suatu negara, hasrat kemerdekaan suatu negara akan menjadi alasan dasar dari sebuah perjuangan suatu negara dalam mewujudkan negara yang besar. Ini bukan hanya soal emban yang diamanahkah tapi ini loyalitas dan integritas pada umumnya,keyakin akan suatu harapan akan menjadi harapan kita semua. 

Pertanyaan kemudian yang sangat membutuhkan jawaban dari si Kami,si dia-dia dan mereka adalah apakah semua yang tergambarkan diatas sudah dijalankan???? Ataukah gambaran diatas hanya sebuah defini yang tertulis dalam sebuah konsep kenegaraan? Nah oleh sebab itu mari kita simak selanjutnya dalam tulisan ini.

Kota Bima dan Kabupaten Bima yang menjadi sample dalam pembahasan dalam tulisan kali ini. Dana Mbojo (Bima) adalah tanah yang penuh dengan kekayaan SDM dan SDA yang memadai dalam perwujudan daerah yang maju dan sejahtera. Berdasarkan hasil investigasi menjelaskan kalau Dana Mbojo hari ini menjadi salah satu daerah yang memprihatikan di Negara Indonesia dari factor ekonomi, social, budaya, supremasi hukum dan kesadaran peranan para aktivis dan kepemerintahan. Keyakinan saya terciptanya kepemerintahan yang baik apabila terdapat satu rasa dan satu jiwa antara pemerintah dan masyarakat dalam suatu tempat tersebut.

Kenapa saya katakan Dana Mbojo kaya akan Sumber Daya Manusia?? karna dengan semakin banyaknya Tuan Guru, Doctor dan Aktivis-aktivis kalangan Mahasiswa maupun Aktivis Social lainnya yang tercipta didalamnya. Soal sarat kemajuan secara kolektif sudah terpenuhi tapi kenapa Dana Mbojo masuk dalam daftar salah satu daerah yang sangat memprihatikan ???

- Karna Pemerintah tidak mampu berkaloborasi dengan baik dengan masyarakat.
- Karna Para Dewan belum mampu menjelaskan dan melaksanakan substansi dirinya.
- Karna Para Aktivis tidak berperan sebagai alat perubahan, controling public dan sebagai contoh dalam perubahan yang positif.

Eksekutif dan legislatif bukan hasil Politik semata tapi terlahir dari Kepercayaan masyarakat jadi,, tidak ada alasan ketika ada diatas mimbar harapan mereka untuk sewenang-wenang dalam menjalankan amanah tersebut. He kau kau dan kau sadarlah sekarang kau jadi apa sekarang dan kau berasal dari mana! Jangan jadi kacang yang lupa dengan kulit tapi jadilah mereka untuk hingga kau tahu siapa dirimu, dimana kau berasal dan kamu ada untuk siapa.

Ketika kita berani bertanya tentang siapa diri kita maka kau harus mampu dan siap jadi pelaksana yang setia dan ketika kita mampu menjelaskan orang lain maka kita harus tahu siapa diri kita.

Penulis : Mualimunsyah, S.H