Iyaaa, Cinta Dalam Ikhlas
Cari Berita

Advertisement

Iyaaa, Cinta Dalam Ikhlas

Sabtu, 06 Januari 2018

Foto : Penulis sedang duduk
Aurora cinta mengiklaskan hati…

Aku sudah berusaha mengiklaskanmu, tapi pada akhirnya memang masih kamu, sosok yang masihku yakini akan menjadi pendaping hidup ini di masa tua.

Yaaaa aku masih berharap kamu yang menjadi pasanganku kelak yang menjadi seorang ibu dari keturunanku. Meski aku tidak tahu sekarang perasaanmu seperti apa terhadap diriku.

Aku tidak tahu entahkah engkau sudah menemukan orang yang telah menggantikan tentang perasaanku yang melebihi. Entahkah engkau sudah menemukan kenyamanan lain yang melebihi pada saat engkau merasakan kenyamanan diwaktu bersamaku. Itu semua karena jarak yang tidak mampu aku tembus menggunakan kasat mata. Tapi dalam hatiku tetap mengatakan bahwa engkaulah keyakinan itu.

Iyaa tepatnya hanya engkau yang aku yakini, ketika mulut, hati dan otakku berkata tentang jodoh dan pernikahan. 

Keyakinan ini untukmu tidak akan pernah pudar, fatwah hatiku masih tetap sama, meski dititik ini sudah benar-benar dalam keadaan rela. Aku hanya menghapus kamu dari opsi yang aku perjuangkan ternyata aku tahu engkau sudah menikah dengan orang lain atau sudah menerima pinangan orang lain atau jika engkau menolak pinanganku. Jika semua itu terjadi maka semua urusanku tentangmu sudah selesai. 

Tetapi bagaimana jika engkau juga meyakiniku? Dan kamu masih menyimpan keyakinan itu sampai sekarang. Meski kita telah berkomitmen untuk saling tidak menunggu pada saat ini, tetapi aku tidak pernah menghapus semua itu dalam pikiranku. Walau suatu saat nanti aku pada akhirnya telah mengiklaskanmu.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca untuk menambah khasana pengetahuan dalam sebuah hubungan yang mengatasnamakan penasehat cinta dan tentang bagaimana memposisikan diri menjadi penasehat mata cantik demi cinta dalam iklas seperti judul tulisan di atas. 

Penulis juga sadar bahwa dalam tulisan ini tidak ada referensi dari buku, artikel dan lain sebagainya. Penulis membuat tulisan ini berdasarkan sesuatu yang dia alami dan sesuai dengan venomena social yang terjadi pada kondisi kekinian.

Penulis juga menyadari dalam tulisan ini hanya sebagai cerita fiktif belaka untuk kalangan umum masyarakat. Namun secara spesifik penulis memiliki tujuan dalam tulisan ini yaitu:

Meningkatkan peran perempuan berhijab untuk menjadi penasehat cinta dalam iklas bagi remaja dan pemuda Islam.

Penulis : Muhammad Shafir A.RD
Malang, 03 Januari 2018