Ini Klarifikasi Sekdes Hidirasa Soal Dugaan Penggelapan Anggaran APBdes 2017
Cari Berita

Advertisement

Ini Klarifikasi Sekdes Hidirasa Soal Dugaan Penggelapan Anggaran APBdes 2017

Kamis, 18 Januari 2018

Foto : Wawan Indrawan (foto : akun Facebook @Wawan Indrawan Bin Dahlan).
Indikatorbima.com - Setelah Kepala Desa Hidirasa, kini giliran Sekertaris Desa Hidirasa Wawan Indrawan yang angkat bicara. Soal dugaan penggelapan APBdes tahun anggaran 2017 tentang kegiatan penyediaan alat pertukangan. Dijelaskan oleh Wawan Indrawan, bahwa transparansi penggunaan anggaran senilai 17 juta rupiah tersebut, mampu dibuktikan dengan data penggunaan anggaran secara rinci, bahkan pihaknya menginginkan adanya pertemuan kembali dengan para pemuda yang sebelumnya menuntut adanya transparasni anggara, Kamis (18/01/18).

Baca : Terkait Adanya Dugaan Penggelapan Dana Desa, Kades : Itu Tidak Benar

"Alat pertukangan yang di tuntut 17 juta betul, tapi rinciannya belanja modal genset 12 juta. 4 unit x 3 juta dan alat pertukangan 5 juta di kali 13 porsen PPH n PPN," tulis Wawan Indrawan pada sebuah kolom komentar facebook.

Lebih lanjut ketika dihubungi melalui massanger. Wawan indrawan mengatakan, bahwa dirinya menginginkan pertemuan kembali dengan para pemuda yang sebelumnya mempertanyakan soal penggunaan dana desa senilai 17 juta tersebut. Namun menurutnya, semua itu tergantung pada keputusan kades selaku atasannya.

"Maunya saya begitu. Tapi beliau sebagai kades sekaligus atasan saya tergantung dia karena kputusan dari dia," ungkapnya. 

Wawan pun berharap kepada pemuda Desa Hidirasa agar ikut serta dalam pembangunan desa dengan opini dan gagasan yang baik dan sehat.

"Harapannya Bangun desa Opini dan gagasan yang baik dan sehat," harapnya. 

Baca Juga : Pemuda Protes, Pemdes Hidirasa Diduga Melakukan Penggelapan APBdes

Sebagaimana pemberitaan sebelnya, pihak pemerintah Desa Hidirasa, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, akan mengadakan pertemuan kembali dengan masyarakat khususnya pemuda untuk mengklarifikasi terkait adanya isu dugaan penggelapan dana desa yang sedang beredar.

Reporter : Furkan As
Editor      : Fuad De Fu