Mahasiswa Dompu Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ketua IKPMD dan KIB Angkat Bicara
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa Dompu Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ketua IKPMD dan KIB Angkat Bicara

Selasa, 16 Januari 2018

Foto : Amy Natsir Ketua umum IKPMD-Malang
Indikatorbima.com - Terkait dengan langkah hukum praperadilan yang sedang ditempuh oleh dua mahasiswa asal Kabupaten Dompu, yaitu M. Yusuf dan Syarifudin tersangka pengerusakan papan informasi Desa Jambu, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Sontak mendapat dukungan dari mahasiswa lainnya. Di anataranya, datang dari Amy Natsir Ketua umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dompu (IKPMD) Malang dan Furkan As Ketua umum Komunitas Indikator Bima, Selasa (16/01/18). 

"Mahasiswa masih tetap eksis menyuarakan aspirasi masyarakat termasuk yangg dilakukan oleh saudara M. Yusuf dan Syarifudin. Artinya Kepala Desa dan masyarakat setempat seharusnya bersyukur atas kedatangan mahasiswa tersebut, yang telah membuka ruang informasi terkait persoalan yang ada di Desa Jambu," jelas Amy Natsir kepada Indikator Bima.

Lebih lanjut Amy Natsir juga memberikan apresiasi kepada kuasa hukum M. Yusuf dan Syarifudin yang telah mengambil langkah hukum demi menegakkan supremasi hukum di Kabupaten Dompu tanpa memandang kliennya kaya atau miskin.

"Dan saya sebagai ketua umum IKPMD Malang juga memberikan apresiasi terhadap saudara Abdullah SH.,MH. sebagai demisioner IKPMD_malang 2011/2013 yang telah mengambil langkah untuk mengawasi penegakkan supremasi hukum yang ada di Kabupaten Dompu," ujarnya.

"Saya sebagai ketua umum IKPMD Malang mewakili seluruh mahasiswa Dompu di Malang berharap agar sekiranya pihak kepolisian bersifat netral dan tidak berpihak kepada sebelah pihak terkait kasus ini," tegasnya.
Foto : Furkan As ketua umum KIB (pegang mic).
Sementara itu, Furkan As ketua umum Komunitas Indikator Bima memberikan dukungan moral kepada M. Yusuf dan Syarifudin agar tetap berjuang membela kebenaran dan keadilan di tanah kelahiran mereka.

"Teruslah berjuang kawanku, tegakkan kebenaran dan keadilan sekalipun langit itu runtuh," kata Furkan As ketika di hubungi oleh Indikator Bima hari ini.

Lebih lanjut Furkan As mengaku, bahwa dirinya bersama seluruh anggota Komunitas Indikator Bima siap mengawal proses hukum yang di alami oleh rekan sesama mahasiswanya itu. Ia bahkan menginginkan agar kasus dugaan pungutan liar dalam pelaksanaan Prona di Desa Jambu juga di usut tuntas oleh pihak kepolisian.

"Kami siap mengawal proses hukum kasus ini, tapi kami minta kepada pihak kepolisian juga bersikap profesional, agar mengusut tuntas kasus dugaan pungutan liar di Desa Jambu itu" terangnya.

"Kalau kawan kami ditetapkan sebagai tersangka karena diduga merusak papan informasi, mengapa oknum Kades yang diduga melakukan Pungli dalam prona yang menimbulkan kerugian di masyarakat juga tidak ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya mempertanyakan sikap profesionalisme kepolisian Sektor Pajo. 

Baca Juga : Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dua Mahasiswa ini Ajukan Praperadilan

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, M. Yusuf dan Syarifudin Melalui kuasa hukumnya Abdullah, SH.,MH Advokat dari Lembaga Bantuan Hukum Yayasan Tambora Bangkit (YARKI), hari ini telah resmi menyerahkan berkas permohonan atau pengajuan praperadilan kepada Pengadilan Negeri Dompu.

"Hari ini, saya selaku ketua Yayasan Tambora bangkit Dompu mengajukan praperadilan untuk menguji apakah benar sudah sesuai hukum penetapan tersangka tersebut," ungkap Abdullah kepada Indikator Bima, Selasa (16/01/18).

Reporter : Syarif Hidayatullah
Editor      : Fuad De Fu