Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dua Mahasiswa ini Ajukan Praperadilan
Cari Berita

Advertisement

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dua Mahasiswa ini Ajukan Praperadilan

Selasa, 16 Januari 2018

Penyerahan berkas permohonan praperadilah oleh Advokat Abdullah, SHM.,MH kepada Pengadilan Negeri Dompu.
Indikatorbima.com - Melalui kuasa hukumnya Abdullah, SH.,MH. Advokat pada Lembaga Bantuan Hukum Yayasan Tambora Bangkit (YARKI). Dua mahasiswa atas nama M. Yusuf dan Syarifudin yang ditetapkan sebagai tersangka pengerusakan papan info Desa oleh Polisi Sektor Pajo Kabupaten Dompu hari ini melawan dengan mengajukan praperadilan, Selasa (16/01/18).

Kuasa hukum Abdullah, SH.,MH hari ini secara resmi telah mengajukan praperadilan dengan menyerahkan berkas permohonan praperadilan kepada Pengadilan Negeri Dompu. Pihaknya ingin menguji, apakah penetapan tersangka terhadap dua mahasiswa tersebut sudah sesuai dengan prosedur hukum atau belum. 


"Hari ini, saya selaku ketua Yayasan Tambora bangkit Dompu mengajukan praperadilan untuk menguji apakah benar sudah sesuai hukum penetapan tersangka tersebut," ungkapnya kepada Indikator Bima.


"Kita menguji apakah alat bukti yang dimiliki oleh penyidik untuk menetapkan adek-adek ini sebagai tersangka," lanjutnya.


M. Yusuf dan Syarifudin ditetapkan sebagai tersangka pengerusakan papan info Desa oleh Polisi Sektor Pajo Kabupaten Dompu pada tanggal 5 Januari 2018.


Penetapan tersangka terhadap M. Yusuf dan Syarifudin tersebut bermula, ketika mereka ikut serta dalam aksi demonstrasi pada tanggal 7 September 2017 dalam rangka mendesak pihak kepolisian agar segera menindak oknum kepala Desa Jambu, Kecamatan Poja, Kabupaten Dompu. Yang diduga melakukan tindak pidana pungutan liar dalam pelaksanaan Program Nasional Agraria (Prona).


"Nah, menurut peserta aksi tidak ada pengrusakan maupun kejadian pidana saat itu," tutup Abdullah.


Reporter   : Syarif Hidayatullah

Editor      : Fuad De Fu