Tingkatkan Kredibilitas Penegak Hukum dan Penanaman Moral Masyarakat
Cari Berita

Advertisement

Tingkatkan Kredibilitas Penegak Hukum dan Penanaman Moral Masyarakat

Kamis, 11 Januari 2018

Foto : Penulis

Indikatorbima.com - Faktor yang menjadi kunci dari munculnya tindakan premanisme di Kabupaten Bima karena kurangnya sebuah pendidikan dan kurangnya penanaman moral yang baik bagi rakyat, sehingga menyebabkan terjadinya kemerosotan moral yang begitu memprihatinkan bangsa khusus nya daerah Kabupaten Bima.

Fenomena premanisme di Kabupaten Bima memang sangat memprihatinkan hingga sekarang. Boleh saja dikatakan munculnya tindakan premanisme karena ekonomi yang semakin sulit dan angka pengangguran semakin tinggi, sehingga kelompok masyarakat usia kerja mencari cara untuk mendapatkan penghasilan.

Di bima aksi premanisme sering terjadi sampai berujung pada korban jiwa bahkan dengan kondisi kematian yang mengerikan. Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi ketenteraman dan ketertiban masyarakat Kabupaten Bima, bahkan cenderung menjadi ancaman dan penyebar rasa takut ditengah masyarakat.

Tindakan premanisme yang sering terjadi sehingga mengacam ketenteraman masyarakat adalah di antara Kecematan Belo dan Langgudu yaitu di jalan lintas Tente Karumbu atau disekitar areal pegunungan Bombo Ncera. Sering adanya keluhan masyarakat ketika melintasi jalan tersebut terutama warga desa yang ada di Kecamatan Langgudu, karena memang jalan lintas Tente Karumbu adalah jalan induk yang menghubungkan Desa/Kecamatan dan Kota Bima. Begitu juga diantara jalan lintas Sape Langgudu dan jalan lintas Kota Bima Wawo.

Bukan hanya itu aksi pemanisme juga sering terjadi di wilayah pasar, terminal, dan tempat umum lainnya, namun sekarang, juga tindakan premanisme menjangkau ke jajaran pemerintahan, perkembangannya hampir meliputi berbagai bidang, dari birokrasi, agama, hukum hingga dalam dunia maya.

Dengan adanya tindakan yang mengganggu kestabilan keamanan dan kenyamanan Daerah Bima ini dan tentu meresahkan masyarakat, akan berdampak besar bagi psikologis masyarakat sehingga menghabat perekembangan SDM dan kamajuan Daerah Bima.

Premanisme dapat terjadi juga karena lemahnya penegak hukum untuk mengatasinya, tentu pemerintah harus sungguh-sungguh menegakkan hukum terhadap setiap pelaku premanisme, pemerintah harus serius meningkatkan kredibilitas penegak hukum dan proses hukum. Jangan sampai masyarakat Bima menganggap penegak hukum mandul dalam mengatasi nya.

Dalam hal ini, tentu yang diharapkan, aparat dan pemerintah bertindak tegas dan konsisten dalam melakukan pemberantaasan fenomena premanisme ini. Pemerintah harus menegakkan hukum tanpa diskriminasi, harus mendorong aparat-aparat penegak hukum secara profesional, sehingga publik perlu mengawasi kinerja aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya. Pemerintah juga harus memiliki upaya-upaya dalam peningkatan moral masyarakat.

Penulis : Subhan Forest