Tempat Tinggal Direndam Banjir, Mahasiswa Bima Harus Mengungsi
Cari Berita

Advertisement

Tempat Tinggal Direndam Banjir, Mahasiswa Bima Harus Mengungsi

Jumat, 15 Desember 2017

Kondisi kontrakan mahasiswa yang direndam banjir. Terlihat ketika beberapa mahasiswa asal Bima ini menambal pintu kostnya menggunakan bahan seadanya.
Indikatorbima.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Malang sore ini mengakibatkan banjir yang melanda wilayah Jombang satu dan sekitarnya. Seperti diketahui bahwa Daerah Jombang adalah daerah kos-kosan yang berdekatan dengan kampus Universitas Negeri Malang. Jadi, sebagian besar pemukiman yang terkena banjir adalah kos-kosan dan kontrakan mahasiswa, Jum'at (15/12/2017).

Salah satu kontrakan yang terendam banjir adalah kontrakan mahasiswa asal Bima. Amar mahasiswa asal Langgudu, semester lima Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang menuturkan, kami baru pindah ke sini empat bulan yang lalu dan ini banjir pertama yang kami alami di sini.

"Sebelumnya, kami pernah diberi tahu oleh pemilik kontrakan kalau daerah sini emang rawan banjir, tapi mau bagaimana lagi, susah cari kontrakan dekat kampus," tutur Agil mahasiswa Jurusan Geografi Universitas Negeri Malang asal Lewirato Kota Bima kepada Indikator Bima.

Banjir setinggi paha yang melanda Daerah Jombang satu ini memang sudah menjadi fenomena tahunan saat musim penghujan. Hal ini dikarenakan aliran air yang menuju sungai tidak berfungsi dengan maksimal. 

"Karena daerah di sini adalah daerah dataran rendah, seharusnya got sebagai saluran air lebih dalam sehingga air yg melewati daerah sini tidak tergenang," ungkap Sutejo, selaku ketua RT setempat. 

"Kami sudah sosialisasikan hal ini kepada pemerintah setempat, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari Pemkot," tambahnya.

Sementara itu, mahasiswa asal Bima yang menjadi sasaran banjir masih merisaukan tempat berteduh untuk sementara waktu. Amar mengungkapkan, peralatan tempat tidur sudah pada basah, mas bisa melihat sendiri kasur saja sudah kami jadikan tanggul dadakan untuk menahan laju air. 

"Kami juga belum tau mau ngungsi ke mana, setidaknya untuk dua hari ke depan kami belum bisa menempati kontrakan ini," tutupnya.

Reporter : SirsulK
Editor      : Muh. Ainul B