Syukran Mr Trump
Cari Berita

Advertisement

Syukran Mr Trump

Sabtu, 16 Desember 2017

Donald Trump (foto : liputan6.com)
Indikatorbima.com - Sejak mula melihat, saya tak suka pada orang ini, gaya mimiknya saat bicara, bentuk bibir dan hidungnya menyebalkan. Kethus rasa Amerika, 'yankey' kataku dalam hati, apalagi setelah memenangi Pilpres Amerika mengalahkan Hillary Clinton meski keduanya juga tak jauh beda. Makin sempurnalah ketidak sukaanku padanya.

Donald Trump adalah pengusaha Amerika sukses dengan reputasi moral buruk. Dekat dengan Yahudi dan termasuk kelompok Islam-Phobia. Dari beberapa pidato kampanyenya ia kelihatan tak suka dengan penganut Islam dan sebal terhadap migran asal negara Islam, dia bilang akan tutup negaranya dari arus migrasi muslim. Dia juga kerap kedapatan berbohong dan tak dikehendaki kalangan terdidik Amerika. 

Upaya untuk menjegal Trump total gagal. Media Amerika hilang akal karena kerap bertindak konvensional. Kebohongan yang dibangun terlalu kokoh untuk dikalahkan. Media lumpuh total. Trump melenggang cepat ke gedung putih.

Lalu pertanyaannya, kenapa penduduk di negara-negara maju dengan tingkat pendidikan yang tinggi itu memilih pembohong? Dan kenapa pula tokoh-tokoh yang menyempurnakan seni membual seperti Trump, Nigel Farage, Marie Le Pen, Frauke Petry dan Geert Wilders bisa muncul dan berjaya pada waktu yang sama.

Para politisi seperti Trump dan Le Pen mengeksploitasi keresahan dan kegeraman itu dengan menciptakan kebohongan yang semakin menguatkan prasangka warga. Inilah cara kerja utama politik pasca-kebenaran (post-truth) yang tidak hanya melibatkan kebohongan tapi juga memanfaatkan sentimen yang telah ada sebelumnya.

Dan Trump berhasil mengolah keresahan bangsa Amerika dengan kebohongan buatan yang diciptakan. Sebut saja tentang imigran pemerkosa, isu China pencuri kesempatan kerja karena pindahnya pabrik telpon cerdas iPhone ke China dan perusakan toilet oleh migran muslim asal timur tengah karena habis di duduki orang kafer. Semua kebohongan itu telah berhasil diramu menjadi sebuah kekuatan yang meneguhkan.

Sebagaimana Pak Ahok yang telah menyatukan dan membangkitkan ghirah umat Islam Jakarta dan sekitarnya termasuk membuat populer beberapa ustadz dan Habib yang kemudian diangkat menjadi Imam Besar 212. Presiden Donald Trump juga telah dengan siginifikan mempengaruhi pemikiran politik dan arah pergerakan negara-negara Islam di dunia. 

Pernyataan Trump membuat dunia Islam bersatu bahkan Presiden Iran yang selama ini dikucilkan di liga Arab bisa bersalaman, duduk bersama dan berpelukan dengan sudaranya dari negara-negara sunny, sebuah kejadian langka.

Seperti magnet, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel seakan menjadi perekat dan menghilangkan sekat dan perbedaan. Dunia Islam sejenak melupakan semua perbedaan politik dan manhaj. Bersatu lawan Trump. Hanya satu kata: lawan !

Tak pasti kalkulasi politik macam apa yang sedang dimainkan Trump dengan pangakuannya itu, berbagai spekulasi politik mengemuka termasuk sikap politik hipokrit sebagian negara teluk, bermain dua kaki panggung depan dan panggung belakang, meminjam teori drama turgy, bagaimanapun Trump adalah berkah bagi umat Islam sedunia, dengannya kita bersatu melawan. Syukran Mr ... tuan telah buat negara Islam bersatu. Aamiin


Penulis : @nurbaniyusuf Komunitas Padhang Makhsyar