Surat Untuk Ibu
Cari Berita

Advertisement

Surat Untuk Ibu

Jumat, 22 Desember 2017

    Foto: Disanguan.com

Assalamu Alaikum Bunda, Sujud Anaknda di kakimu.

Lewat secarik kertas ini nanda ingin menyampaikan sejuta rindu dan kisah. Apa kabar bunda? Semoga Allah selalu melindungimu.

Dan anaknda, doa bunda selalu menjagaku. Nanda dalam keadaan yang sangat baik. Jangan menangis bunda! Nanda tahu bunda merindukanku.

Bunda,
Berapa banyak sudah air mata mengalir dari kedua matamu? Terlalu banyak untuk kusebutkan disini. Aku sering terjaga dan mendapati air matamu menganak sungai di setiap berdoa dalam tahajjud demi kami. Juga tatkala melepas diriku pergi merantau demi cita- cita.

Jangan menangis lagi bunda?

Sebab aku tidak sekecil dulu. Kini aku bukan gadis kecilmu yang biasa menemanimu di beranda rumah setiap sore hari sambil mendengarkan kepadamu celotehan-celotehanku. Aku bukan lagi gadis kecilmu yang takut pada ketinggian dan yang takut menyeberang jalan sendirian.

Kini aku adalah putrimu yang menjelma menjadi dewasa dengan pelajaran yang terwasiatkan darimu. Memaknai kehidupan dan memahami takdir yang tercatat diantara langit-langit Tuhan. Mengsyukuri semua hal yang tertoreh pada selaksa kehidupan kita, bunda.

Tahukah bunda ?

Betapa cantiknya putrimu menjadi seorang mahasiswi dengan almamater yang melekat indah di pundaknya. Memang baru setengah tahun bunda, tapi aku akan berjuang untuk terus melawan matahari dan barani mendongakkan kepala ke atas melihat langit yang jauh tak tersentuh.

Itu yang bunda inginkan bukan? Melihat anakmu berdiri diatas kakinya sendiri, tegar dan selalu sabar akan semua perjalanan panjang  ini.

Bunda,
Menjadi anakmu adalah sebuah kebanggaaan! Mengartikan dirimu dalam sanubari yang tidak bisa terbaca lewat kata dan bahasa. Kau takkan pernah terganti, satu-satunya anugerah terindah dari sisi-Nya yang kumiliki.

Bunda….
Seandanya hari ibu adalah yang membuat para ibu terharu akan suatu hadiah atau kejutan, sungguh sejak dulu aku akan memberikan kejutan setiap hari untuk bunda.

Seandainya hari ibu adalah symbol sang anak untuk mengenang kasih sayang ibunya, sungguh akan kujadikan 365 hari dalam setahun menjadikannya hari ibu setiap hari dengan doa untukmu bunda. 

Bunda,
Kini aku hanya punya satu doa. Akan kujadikan seluruh hariku menjadi mother day dengan lipatan doa yang beriring rasa untuk bunda, meraba jarak yang hanya dapat tertembus oleh doa-doa.

Hatiku nelangsa menitikan air mata menahan rindu. Namun waktu kerap kali membisikkan detiknya akan sebentar lagi perjumpaan ini.

Bunda, Selamat hari Ibu, Pahlawan Hidupku..

Uin Aluddin Makassar, 22 Desember 2012 

Penulis : El Al-Khaytam