Siapa Yang Salah Dari Tragedi Bima Tak Ramah?
Cari Berita

Advertisement

Siapa Yang Salah Dari Tragedi Bima Tak Ramah?

Selasa, 05 Desember 2017

Foto : Penulis (ke 5 dari kiri)
Setiap manusia niscaya pernah melakukan sesuatu yang baik dan buruk. Orang yang baik biasanya sangat ramah dan menyayangi antara sesamanya sebaliknya orang yang jahat (penjahat) sangatlah kasar serta sering melakukan tindakan kriminal. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kejahata dan kebaikan merupakan hal yang saling berlawanan, dimana sering terjadi pertikaian yang mengatasnamakan kebaikan dan kebenaran.

Kejahatan yang terjadi di tana air lebih khususnya di daerah Bima sangatlah berfariasi mulai dari curanmor, jambret, pembacokan, konflik antar desa, kasus perampokan dan yang paling mematikan adalah tindakan korupsi yang dilakukan oleh para petinggi daerah/negara. 

Kejahatan adalah salah satu fenomena yg sering terjadi di bima, Tindakan-tindakan kejahatan seperti yang dipaparkan di atas adalah suatu kasus yang paling sering terjadi di Bima dan hampir di setiap ujung negeri pun telah diselimuti oleh tindakan yang tak ramah, yang lebih tak ramah dan selalu marah-marah adalah daerah dana ma mbari (Tanah Keramat) yang kita kenal dengan dana Mbojo (Tanah Bima).

Sebenarnya dana ma mbari ini adalah tanahnya orang-orang yang ramah dan diharamkan bagi para penjahat-penjahat yang tak ramah. Tapi oleh karna kelihaian para penjahat dan semakin acuh tak acuhnya orang-orang baik dalam menanggulangi kejahatan di dana ma mbari ini, Dana ma mbari akhirnya bisa dirasuki oleh roh-roh jahat yng sekian lama bersembuyi di dinding-dinding kebohongan yang mengatasnamakan kebaikan dan kebenaran.

Dalam hal ini kita dapat melihat dan mengamati peran pihak pemerintah atau kepolisian serta masyarakat setempat dalam menaggulangi kejahatan, akan tetapi dominasi penjahat di wilayah Bima sangatlah kuat sehingga orang-orang yang katanya peduli dan anti kejahatan harus berdiam diri di emperan rumah yang atapnya telah ditelanjangi maling lantaran takut dijadikan pelampiasan para penjahat. 

Dalam aksi kejahatan di era kontemporer para penjahat sangatlah terorganisir, mereka membentuk kelompok-kelompok kecil dari berbagai kalangan, ada dari MS, PE dan dari PO, semua saling terikat antara satu dengan yang lainnya. Disisi lain pihak kepolisian yng katanya Melindungi, Mengayomi dan Melayani tak kunjung menampakan wajah baiknya, masyarakat yang menggantungkan kenyamanannya pada pihak kepolisian kini dibuat bingung.

Masyarakatpun bertanya-tanya tentang tugas dan fungsi polisi. Siapa yang melindungi siapa, siapa yang mengayomi siapa..? Dan siapa yang melayani siapa? Siapa yang salah dari tragedi bima ramah ini? Pihak kepolisian kah, masyarakat kah, Pemerintah kah, atau memang si penjahatkah yang salah, atau memanbg kesemuanya salah?

"Kejahatan akan selalu ada selagi diamnya orang_orang baik" kata Ali Bin Abi Thalib. 

Kejahatan dan kebaikan akan selalu ada di dunia. Tapi itu adalah pilihan, kita berhak membumikan kebaikan jika kita ini memang orang baik-baik.

Penulis : Lekas Bangkit
Editor   : Muh. Ainul B