(Puisi) Dia(m), Dialog Sunyi dan Akhir di Bulan Desember
Cari Berita

Advertisement

(Puisi) Dia(m), Dialog Sunyi dan Akhir di Bulan Desember

Jumat, 08 Desember 2017

Ilustrasi (Foto : Runic.com)
Dia(m)

Sejak sajak tertulis
Aku masih terbata menerka kata kita
Jika dihidupkan dihadapkan pernyataan pertanyaan
Kalimat apa mewakili perasaanmu sekarang?
Suara gitar bergetar tanpa senar?
Gerimis menangis tiap kamis?
Bangau bergurau dimusim kemarau?
Kita seperti daun rimbun tertimbun embun
Hanya mendekat erat tanpa melihat
Hanya menyapa seolah bukan siapa-siapa
Tuhan bukan menunjuk membujuk
Kau selalu bijak menolak tanpa mencoba
Mendung membendung dimataku
Hanya menjadi hutan hujan dikelopakmu
Tak ada lagu sendu yang merdu kau ciptakan
Selain puisi berakhir pamit tiap bait kubacakan
Tak ada debar paling kuat menggetarkanku
Selain jantungku menjumpaimu

Yogyakarta, 2017

Ilustrasi (Foto : Pinterest.com)
Dialog Sunyi

Dialog siang itu
Menghangatkan waktu temu
Setelah itu membeku

Aku tahu diujung lidahmu
Diam mengumbar
Tajam menyambar

Kau paksakan yang tak kau inginkan bahkan keinginan tak pernah kau tawarkan

Rindu hanya tempat mengadu mengakali waktu agar tetap menghargaimu

Yogyakarta, 2017

Ilustrasi (Foto : Pinterest.com)
Akhir di Bulan Desember

Suatu akhir di bulan Desember; langit tetap sama,
Memberi tenang bermukim
Menyimpan impian setiap musim

Suatu akhir di bulan Desember; api tetap memanas
Menanti keinginan mendingin
Menghapus kelabu yang berabu

Suatu akhir di bulan Desember;
Air tetap mengalir
Menuju muara pemberhentiannya
Menerima apa saja sebagai takdirnya

Suatu akhir di bulan Desember;
Semesta turut berdoa
Menghapus segala luka
Mengekal setiap nama yang tersemoga

Yogyakarta, 2017

Penulis : Khairul Farid