Petani Kabupaten Bima NTB Masih Terpinggirkan
Cari Berita

Advertisement

Petani Kabupaten Bima NTB Masih Terpinggirkan

Sabtu, 16 Desember 2017

Petani Desa Rupe Langgudu Saat Melakukan Perontokan Padi Secara Mekanis Menggunkan Mesin di Lahan Sawah So La Pingga

Indikatorbima.com - Pertanian masih menjadi sektor yang sangat vital bagi masyarakat karena merupakan sumber penghidupan utama bagi penduduk Kabupaten Bima NTB.

Pada ruang lingkup yang luas sektor pertanian sebenarnya mencakup enam subsektor di antaranya subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan.  Sektor pertanian di Kabupaten Bima boleh dikatakan sebagai sektor paling tinggi yang mampu menampung angkatan kerja penduduk Kabupaten Bima. Ini berarti sektor pertanian memiliki peran yang besar dan strategis dalam pembangunan ekonomi di wilayah Kabupaten Bima.

Namun demikian, sungguh disayangkan, para petani masih banyak yang belum mencapai kemakmuran dan taraf hidup seperti yang diharapkan. Penghasilannya tidak cukup untuk membeli berbagai kebutuhan pokok sehari-hari. Hasil panen petani selama ini belum cukup mengganti seluruh biaya yang sudah dikeluarkan oleh para petani.

Terkait hal ini, terdapat dua hal yang menyebabkan rendahnya nilai pendapatan petani di Kabupaten Bima. Pertama, pada segi pendapatan, hasil penjualan terhadap produk pertanian masih sangat kecil dan jauh dari nilai keuntungan. Kedua, biaya operasional yang telah dikeluarkan petani untuk proses produksi begitu mahal dan jauh dari daya beli.

Fenomena tersebut dapat dikaitkan dengan penyebab tingginya persentase penduduk miskin di desa yang mayoritas merupakan petani. Pasalnya, sebaran penduduk miskin di Kabupaten Bima masih memusat dan dominan pada wilayah perdesaan.

Hal ini merupakan tantangan berat bagi pemerintah, persoalan besar yang dihadapi dan tidak berubah dimana masih ada disparitas kemiskinan dan penduduk miskin yang lebih banyak di pedesaan. 

Pemanfaatan Anggaran Dana desa

Peningkatan alokasi dana desa dari tahun ke tahun menunjukkan komitmen Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan. Sejalan dengan misi terwujudnya program nawacita yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI. 

Berkaca pada fakta empiris mengenai pertanian di Kabupaten Bima, sudah semestinya pemerintah memprioritaskan pembangunan desa pada sektor pertanian. Kebijakan daerah bisa dilakukan terhadap dua sisi baik hasil pertanian maupun proses produksi.

Pada hasil pertanian, misalnya, dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar dapat menyerap hasil produksi yang ada di desa-desa. Penguatan tersebut juga perlu dilakukan dengan meningkatkan kemitraan yang luas dengan para pelaku pasar. Sedangkan pada proses produksi, pemerintah bisa melakukan kebijakan pupuk bersubsidi dan bantuan peminjaman modal yang khusus memudahkan petani dengan bunga nol persen.

Selain itu, diperlukan identifikasi yang lebih jauh oleh setiap desa terkait produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi khususnya di bidang pertanian. Dengan tangguhnya sektor pertanian sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah perdesaan, kunci kesejahteraan petani di Kabupaten Bima dapat terus meningkat.

Seperti yang telah diungkapkan John Mellor di mana sektor pertanian yang kuat merupakan syarat utama berhasilnya transformasi struktur ekonomi di negara berkembang seperti Indonesia termasuk Kabupaten Bima. (Anak Petani Desa) Hidup Pejuang-Pejuang Petani!!! Bravo!!!

"Sangat Membutuhkan masukan dan saran yang membangun, terutama data tentang perkembangan sektor pertanian Kabupaten Bima".


Penulis : Subhan Forest
Editor   : Siti Hajar