Usir Perusahaan Asing di Sape
Cari Berita

Advertisement

Usir Perusahaan Asing di Sape

Selasa, 12 Desember 2017

PMII Ketika Melakukan Orasi di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Bima.
IndikatorBima.com - Bersama masyarakat Sape Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Bima desak Pemkab Bima untuk mencabut izin perusahaan asing di Sape dengan melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Raba Bima, Senin (11/12/2017).

Menurut mahasiswa, keberadaan perusahaan asing sama sekali tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Bima, malahan keberadaan mereka akan merusak budaya Bima yang tertanam sejak dahulu.

"Keberadaan perusahaan asing itu sudah merusak ekosistem lingkungan hidup dan merusak budaya Bima serta tidak ada kontribusi nya pada masyarakat sekitar," tegas Arisman selaku Korlap saat orasi di depan kejaksaan Negeri Raba Bima, Senin (11/12).

Dalam pernyataan sikapnya PMII menganggap, bahwa Perusahaan asing tambak udang yang dikelola oleh PT. Kunci Mas Agromania dan kalimaya pantai bule dapat merusak budaya Bima sedangkan yang dikelola PT. Sumbawa Komodo Selam yang beroperasi di wilayah Sape utara, tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat Sape dan merusak ekosistem sesuai dengan Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam hal ini menurut PMII pihak DPRD Kabupaten Bima harus segera melakukan pemanggilan pada pihak perusahaan dan Pemkab Bima segera bertindak tegas dengan mencabut izin dan menonaktifkan semua perusahaan di Sape.

"Buat apa dipertahankan perusahaan ini kalau misalkan sudah tidak ada kontribusinya pada masyarakat, dan perusahaan ini sudah jelas merusak ekosistem bahkan dapat merusak budaya Bima," tegas PMII dalam pernyatan sikapnya.

Reporter : Jamil 
Editor      : Muh. Ainul B