Pengerusak Musholah Tidak Diproses Secara Hukum "Kerusakan Ditanggung Kampus" Kok Enak?
Cari Berita

Advertisement

Pengerusak Musholah Tidak Diproses Secara Hukum "Kerusakan Ditanggung Kampus" Kok Enak?

Senin, 18 Desember 2017

Sisa kerusakan pintu Musholah 
Indikatorbima.com - Usai melakukan Aksi Pengerusakan Musholah dalam keadaan mabuk pada hari Sabtu (16/12) lalu dan melakukan aksi pengerusakan lanjutan terhadap Sekretariat LDK STKIP Bima pada hari ini, Senin (18/12). Junaidin pelaku pengerusakan Musholah bersama Mapala Londa dan LDK STKIP Bima dipanggil oleh Pihak kampus, dalam hal ini dilakukan oleh Puket tiga bagian kemahasiswaan dan ditemani oleh pihak kepolisian untuk diadakan perdamaian diantara kedua belah pihak. Namun kesimpulan perdamaian tersebut dirasa sangat mengecewakan. Bagaimana tidak, pelaku dimaafkan dengan tidak diberikan sanksi akademis dan tidak diproses secara hukum. Bahkan biaya kerusakan seluruhnya ditanggung oleh pihak kampus STKIP Bima, (18/12/17).

"Tadi sudah dilakukan upaya perdamaian dan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dengan menandatangai surat hitam diatas putih bermaterai," ujar Mikdar perwakilan LDK usai menghadiri forum perdamaian kepada Indikator Bima. 

Baca : Rusak Musholah, Mahasiswa STKIP Bima Ini Diduga Dalam Keadaan Mabuk

Kesimpulan perdamain tersebut setidaknya mengatakan, Bahwa benar Mapala Londa secara kelembagaan meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali, bahwa kedua belah pihak, yaitu Mapala Londa dan LDK STKIP Bima sudah berdamai. Namun, pelaku tidak diberikan sanksi baik secara akademis maupun secara hukum, bahkan biaya kerusakan seluruhnya ditanggung oleh pihak kampus.

"Harapan kami sebenarnya pihak kampus memberikan sanksi kepada mereka, tapi tidak ada. Malah biaya kerusakan ditanggung sama pihak kampus," terang Mikdar.

Namun dirinya mengaku tidak akan tinggal diam, secara pribadi Mikdar akan melaporkan kasus tersebut kepada FUI Bima dan Brigadir Masjid dengan harapan FUI Bima dan Brigadir menindaklanjuti dengan melaporkan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian.

"Saya sebagai masyarakat Desa akan melapor kepada FUI Bima dan Brigadir secara pribadi, dan akan mendesak pihak kampus untuk memberikan sanksi akademis. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja," tegas Mikdar.

Sampai dengan berita ini ditulis, pihak kampus masih dalam proses konfirmasi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

Baca : Kecaman dan Hujatan Netizen Untuk Mahasiswa STKIP Bima Perusak Musholah

Reporter : NF
Editor      : Muh. Ainul B