Pengamanan Terduga LGBT Di Bima, Mahasiswa; LGBT Bukan Tindak Pidana, Kenapa Diamankan?
Cari Berita

Advertisement

Pengamanan Terduga LGBT Di Bima, Mahasiswa; LGBT Bukan Tindak Pidana, Kenapa Diamankan?

Sabtu, 23 Desember 2017

Foto : Furkan As (memakai batik).
Indikatorbima.com - Operasi Cipta Kondisi (Opcikon) yang dilakukan oleh Polres Bima Kota bekerja sama dengan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial di Kelurahan Dara, Kota Bima tepatnya di Losmen Dewi Sari dan Hotel Favorit pada hari Jum'at, 22 Desember 2017 kemarin berhasil mengamankan delapan pasangan yang diduga luar kawin. Opcikon tersebut juga mengamankan satu pasangan sejenis yang diduga sebagai pelaku LGBT. Namun tindakan pengamanan terhadap terduga LGBT tersebut, dinilai tidak beralasan hukum yang kuat, Sabtu (23/12/17).

Menurut Furkan As, mahasiswa asal Bima, Jurusan Civic Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang mengatakan, bahwa tindakan pengamanan yang dilakukan oleh Polres Bima Kota terhadap pasangan sesama jenis yang diduga sebagai pelaku LGBT sama sekali tidak beralasan hukum yang kuat. Menurutnya, LGBT bukanlah tindak pidana, sehingga tidak tepat untuk diamankan.

"Dibeberapa media Polres Bima Kota menyatakan, bahwa mereka berhasil mengamankan terduga LGBT. Pertanyaan saya, kenapa mereka diamankan? Mereka bukan pelaku tindak pidana. Mereka bukan penjahat, juga bukan pelanggar hukum, apa alasan hukumnya?" Katanya kepada Indikator Bima.

Lebih lanjut, demisioner ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) KIP UMM ini mengatakan, bahwa pengamanan terhadap terduga pelaku LGBT tersebut merupakan tindakan salah target atau salah sasaran operasi. Sebab Operasi Cipta Kondisi tersebut merupakan operasi untuk merajia perjudian, peredaran miras, prostitusi, senjata api rakitan dan senjata tajam.

"Kalau polisi mau mengamankan mereka, harusnya jangan diduga sebagai pelaku LGBT, kalau pengamanan itu dilakukan atas dugaan sebagai pelaku LGBT, justru itu salah target dan salah sasaran." Tuturnya. 

"Sekali lagi saya katakan, LGBT itu bukan tindak pidana, bukan! Justru LGBT itu memiliki hak konstitusi yang harus dilindungi oleh polisi, bukan malah diamankan, kecuali mereka diamankan karna diduga pelaku perjudian, peredaran miras, prostitusi, senjata api rakitan dan senjata tajam. Ini diamankan karna diduga LGBT." Lanjut Furkan. 

Pendapat mahasiswa 23 tahun asal Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima ini senada dengan pernyataan Jimly Asshiddiqie Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), yang mengatakan bahwa LGBT merupakan penyimpangan menurut umum dan penyakit yang harus disembuhkan, bukan tindak pidana yang harus diberikan sanksi pidana.

"LGBT itu menyimpang dari ukuran umum dan bukan tindak pidana, tapi itu penyakit yang harus disembuhkan dan ini tanggung jawab negara dan tanggung jawab kita semua untuk membantu." Katanya sebagaimana dilansir dari Mediaindonesia.com (16/12).

Baca Juga : Opcikon Polres Bima Kota Sudah Tepat, Bila Perlu Bikin Perda Pelarangan LGBT

Sebagaimana dilansir dari media Kahaba.net Kasubbak Humas Polres Bima Kota mengatakan, bahwa Operasi Cipta Kondisi yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Bima Kota tersebut berhasil mengamankan sembilan pasangan belum menikah dan satu pasangan yang diduga LGBT.

"Operasi Cipta Kondisi dipimpin langsung Wakapolres Bima Kota. Dari operasi itu, sembilan pasangan belum menikah dan satu pasangan LGBT." Kata IPDA Suratno, Jum'at (22/12).

"Satu pasangan sesama jenis juga kami amankan saat berduaan dalam sebuah kamar hotel, keduanya berjenis kelamin laki-laki." Beber IPDA Suratno lagi sebagaiman dilansir dari media Kabarbima.com.

Menurut pemberitaan di beberapa media, pasangan sesama jenis yang diduga LGBT tersebut sudah diamankan di Polres Bima Kota untuk diperiksa lebih lanjut.

"Saya harap, Polres Bima Kota menghargai dan menghormati asas legalitas hukum, hormati hak konstitusi mereka, bahwa LGBT bukan pelanggaran ataupun kejahatan hukum, melainkan penyakit yang harus diobati. Lagi pula kita masih mengalami kekosongan hukum," Tutup Furkan As.


Reporter : Fuad De Fu
Editor      : Sirsulk