Optimalisasi Perpustakaan Sebagai Ajang Kreatifitas Siswa Bersastra
Cari Berita

Advertisement

Optimalisasi Perpustakaan Sebagai Ajang Kreatifitas Siswa Bersastra

Senin, 25 Desember 2017

Ilustrasi (foto : pustakawanjogja.blogspot.com)
Indikatorbima.com - Perpustakaan merupakan tempat mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik, kreatifitas dan inovatif warga sekolah. Tidak hanya sebatas alternatif dari PBM (proses Belajar Mengajar), harapannya menjadikan perpustakaan menjadi rumah kedua mereka. Keberadaan perpustakaan sangat dibutuhkan sekali bagi masyarakat, terlebih lagi bagi setiap lembaga pendidikan, karena dengan adanya perpustakaan para pelajar dapat dengan mudah mencari referensi dari setiap materi kurikulum yang diajarkan oleh gurunya untuk lebih memperluas wawasan dari pelajaran yang didapatkannya. Selain itu dengan perpustakaan, peserta didik lebih mudah mengumpulkan informasi tentang berbagai macam disiplin ilmu asalkan perpustakaannya sudah ideal, artinya dapat menyediakan buku-buku sesuai dengan lingkungan belajar lembaga tersebut.

Keberadaan perpustakaan juga sangat penting bagi sebuah sekolah karena perpustakaan mampu menunjang kegiatan belajar siswa karena di dalam perpustakaan banyak informasi yang bisa didapat sesuai dengan kebutuhan penggunanya, namun seringkali kita jumpai perpustakaan sekolah yang sepi dan jarang digunakan oleh peserta didik maupun guru. Ada beberapa faktor perpustakaan sekolah kurang diminati oleh peserta didik yaitu : peserta didik tidak memiliki inisiatif untuk berkunjung ke perpustakaan apabila tidak di perintah oleh guru, perpustakaan dianggap tempat yang membosankan bagi peserta didik, tidak adanya minat baca dari peserta didik. 

Peran Sekolah dalam Mengoptimalkan Perpustakaan

Pemberdayaan buku di perpustakaan menjadikan peserta didik untuk lebih sering mengunjungi perpustakaan karena buku yang disediakan oleh sekolah menarik serta dapat memancing minat peserta didik untuk menulis berbagai hal yang dimulai dari hal kecil yaitu mendapatkan inspirasi dari buku cerita yang disediakan oleh perpustakaan. Sekolah juga perlu memiliki pustakawan yang memiliki kemampuan memanajemen perpustakaan dengangan baik dan mampu memberikan layanan yang baik agar bisa meningkatkan minta peserta didik untuk berkujung ke perpustakaan.

Dalam mengembangkan perpustakaan sebagai sumber belajar perlu diciptakaan atmosfir sekolah yang menunjang. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah adanya pengembangan program kebiasaan membaca untuk menumbuhkan minat membaca siswa. Diharapkan penyediaan sarana untuk peningkatan kegemaran membaca siswa akan berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan membaca. Pembiasaan membaca buku di perpustakaan akan melatih pola kebiasaan siswa untuk membaca serta mampu untuk menghasilkan sebuah karya. Sehingga akan meciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan dalam hal hal menulis, baik itu menulis cerpen tentang hidup sendiri, teman maupun orang lain yang dirasa menarik untuk dijadikan sebuah karya. 

Maka diperlukan penanganan khusus agar perpustakaan diminta oleh peserta didik sehingga dapat meningkatkan keterampilan menulis peserta didik, di perlukannya usaha ekstra dari sekolah dan guru dalam menangani hal ini. Perlunya penambahan koleksi-koleksi cerpen di perpustakaan sekolah juga penting demi meningkatkan minat baca peserta didik sehingga dengan penambahan koleksi yang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan sekarang ini yang akan mampu menambah pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam menulis cerpen.

Peran Guru dalam Mengoptimalkan Pepustakaan

Pemberdayan perpustakaan oleh guru sangat penting karena guru mata pelajaran itu sendiri yang mengerti apa buku yang dibuthkan oleh peserta didiknya agar menumbuhkan minat membaca dan menghasilkan sebuah karya sastra abik itu untuk sekolah maupun untuk dirinya sendiri. Maka diperlukankan pendayagunaan perpustakaan yang dilakukan oleh sekolah dan guru agar kemampuan menulis peserta didik dapat meningkat.

Ketika peserta didik sudah terbiasa mengunjungi perpustakaan maka disini peran guru untuk bisa meningkatkan kemampuan bersastra dari peserta didik. Dalam meningkatkan minat peserta didik untuk berkunjung ke perpustaan harus dimulai dengan proses paksa yaitu guru memberikan perintah secara langsung kepada peserta didik untuk mengunjungi perpustakaan untuk menyelesaikan tugas-tugas dari guru, agar peserta didik terbiasa mengunjungi perpustakaan hingga pada akhir peserta didik bisa mendapatkan manfaat dari berkunjung ke perpustakaan. 

Guru terlebih dahulu membiasakan peserta didik untuk membaca cerpen yang ada diperpustakaan dan membuat resume dari dari cerpen tesebut sebagai laporan setiap seminggu sekali yang dikumpulkan ke guru, ketika peserta didik sudah terbiasa membaca cerpen guru meminta peserta didik untuk membuat cerpen karangannya sendiri dengan menggunakan salah satu cerpen yang sudah pernah dibaca menjadi sumber insipirasi dari penulisan cerpen tersebut.

Apabila kebiasaan membaca dan menulis dilakukan dengan beriringan maka kemampuan menulis peserta didik bisa meningkat namun hendaknya guru juga memberi bimbingan pada peserta didik saat melakukan aktifitas menulis agar tulisan yang dihasilkan peserta didik bisa menjadi tulisan yang memiliki kualitas yang baik. Terkadang kurangnya minat baca peserta didik disebabkan oleh kurangnya koleksi-koleksi yang ada di sekolah dan terkadang jumlahnya sangat terbatas sehingga peserta didik menjadi malas membaca bacaan di perpustakaan karena hanya ada bacaan yang itu-itu saja. Sehingga sekolah, guru, dan juga peserta harus bersama-sama dalam upaya mendayagunaan perpustakaan sekolah agar tujuan untuk bisa meningkatkan kemampuan menulis cerpen bagi peserta didik dapat dicapai. Oleh karena itu bagaimana sekarang kita (guru) memotivasi siswa untuk rajin berkunjung dan terlibat dalam pemanfataan perpustakaan sebagai wadah pengembangan kreativitas diri. 

Perpustakaan sebagai ajang kreatifitas siswa dalam bersastra

Mengupayakan perpustakaan menjadi menarik bukanlah sekedar wacana. Menjadikan ruang perpustakaan nyaman, menyenangkan, kondusif sebagai ajang berkumpul, mencari ide, menularkan gagasan dengan membaca dan menulis melahirkan karya kreatif dan inovatif. Usahakan sarana perpustakaan sekolah dengan desain, setting yang dilengkapi dengan buku-buku “bermutu”. Baik berupa buku bacaan (Sastra, iptek, politik, ekonomi, hukum, budaya, social, UU, religi), jurnal, buku penunjang pelajaran, majalah, Koran, kliping, meja belajar, bangku, TV, VCD, tape recorder, komputer serta ruang dan gedung yang repersentatif. Selain sebagai tempat untuk penyediaan informasi, perpustakaan juga memiliki andil dalam menciptakan peserta didik yang memiliki daya kreativias yang tinggi dimulai dari pembiasaan membaca buku yang disedikan oleh perpustakaan. Semakin banyak siswa membaca buku yang ada di perpustakaan, maka semakin tinggi pula terciptanya daya kreativitas siswa karena terinspirasi oleh berbagai buku yang dibaca.


Penulis : Hilda Desi Ria S. dan Jaitun (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia)