Metode Role Playing Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Siswa
Cari Berita

Advertisement

Metode Role Playing Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Siswa

Sabtu, 02 Desember 2017

Foto : Penulis 
Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilaku guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar, kedua perilaku tersebut terkait dengan bahan pembelajaran. Bahan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, nilai-nilai kesusilaan, seni, agama, sikap dan keterampilan, karaena kegiatan guru dan siswa dalam kaitannya dengan bahan pengajaran adalah metode pembelajaran.

Dalam proses belajar mengajar terdapat kesiapan siswa dengan segala potensinya yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, juga guru yang mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung pemberdayaan seluruh potensi yang dimiliki siswa, karena pada dasarnya pembelajaran harus sebisa mungkin terwujud dalam suasana yang menyenangkan dan melibatkan keaktifan peserta didik agar peserta didik dapat memahami pembelajaran yang bermakna dan benar-benar memahami apa yang dipelajari, dengan begitu sebagai seorang guru harus mampu membuat sebuah metode yang salah satunya yaitu metode Role Playing. Karena saat ini masih banyak sekali seorang guru yang kurang menerapkan beberapa metode yang digunakan dalam pembelajaran dikelas terutama metode role playing. Oleh karena itu metode ini sangat disaran kan untuk menunjang pembelajaran terutama dalam meningkatkan kemampuan berfikir siswa.

Metode role playing adalah pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan oleh siswa dengan cara memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Melalui aktivitas role playing siswa diajak untuk memahami materi pelajaran melalui kegiatan bermain peran, siswa juga bekerja sama dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama siswa dapat mengeksplorasi perasaan, sikap, nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah.

Banyak sekali yang terjadi saat ini seorang guru yang kurang menerapkan bagaimana metode pembelajaran yang cocok untuk siswa apalagi dalam materi Bahasa Indonesia dirasakan kurang adanya pengembangan metode atau model pembelajaran yang salah satu penyebabnya adalah karena siswa belum memahami konsep-konsep dasar Bahasa Indonesia mengingat selama ini pemberian materi hanya dilakukan melalui ceramah dan penugasan dan sesekali portfolio.

Komponen kemapuan berbahasa adalah kemampuan yang menuntut siswa untuk berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia, dengan begitu Perlu adanya upaya tindak lanjut yang salah satunya berupa penerapan metode role playing, karena guru sendiri belum menciptakan suasana pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung pada siswa yakni dengan cara siswa mengalami atau memerankan suatu kejadian atau peristiwa, kerena Model role playing dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memotivasi siswa terhadap suatu mata pelajaran dan materi pelajaran, sehingga dengan demikian juga dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep-konsep yang sedang dibelajarkan kepada mereka. Apalagi untuk mempersiapkan pembelajaran dengan model ini mereka harus terlebih dahulu melakukan studi tentang karakter atau tokoh yang akan diperankan atau dibuat skenarionya.

Dalam pelaksanaan metode pembelajaran Role Playing memiliki kelebihan dan kelemahan yang harus diketahui oleh guru. kelebihan metode Role Playing (bermain peran) adalah: siswa lebih tertarik perhatiannya pada saat pembelajaran, dan melatih siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing adalah model pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran yang disajikan, sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai dan akan menciptakan pembelajaran yang menarik dan diharapkan dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.

Penulis : Fitriyani