Menumbuhkan Jiwa Patriotisme "Mahasiswa Pembawa Perubahan"
Cari Berita

Advertisement

Menumbuhkan Jiwa Patriotisme "Mahasiswa Pembawa Perubahan"

Minggu, 03 Desember 2017

Foto : Penulis
Pertumbuhan merupakan kewajaran dalam kehidupan mahluk hidup, suatu proses alami yang dialami oleh mahluk hidup dalam mencapai kematangan individu yang dewasa. Manusia sebelum mencapai individu yang matang, harus melewati proses pertumbuhan sebagai syarat menjadi pribadi yang dewasa, setelah dia melewati proses ini maka seseorang tidak lagi bisa kembali pada keadaan yang sebelumnya kerena memang ciri dari pertumbuhan itu sendiri tidak dapat kembali ke asal (irrevesibel). Ini merupakan kenikmatan yang diberikan oleh tuhan karena pada hakekatnya manusia sebagai bagian dari mahluk hidup yang secara alamiah akan dialami bagi semua mahluk hidup.

Mahasiswa merupakan komunitas yang terhormat, karena ia merupakan komunitas yang menjadi cikal bakal lahirnya Keilmuan yang diharapkan mampu mengembangkan dan menjelaskan pada masyarakat dengan ilmu pengetahuannya. Mahasiswa yang menjadi harapan bagi masyarakat untuk membawa perubahan dalam hidup baik dari segi ekonomi, budaya, dan agama. 

Menumbuhkan Jiwa Patriotisme

Jiwa patriotism dari dulu sampai sekarang sudah mengalami banyak perubahan, jika dulu pemuda membuktikan patriotismenya dengan melawan penjajah secara langsung berkorban jiwa dan raga demi membela tanah airnya, pasca proklamasi kemerdekaan RI dari penjajahan fisik menjadikan semangat sumpah pemuda untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa satu masih terus terjadi. Ini terlihat dari berbagai aksi gerakan-gerakan mahasiswa yang terjadi di Indonesia. Perlawanan progresif penjajahan terus dilakukan. Karena pengaruh penjajahan fisik yang terjadi di negeri ini selama lebih 350 tahun lamanya, maka imprealisme gaya baru pun masih membelenggu negeri ini.

Kejayaan suatu Negara dapat diraih jika masyarakat khususnya para kaum mudanya memiliki semangat patriotisme dan nasionalisme yang tinggi serta memiliki rasa memiliki negeri ini yang begitu kental sehingga mereka akan sangat terganggu oleh perilaku pihak manapun baik dari dalam maupun luar negeri yang merugikan kepentingan bangsa dan Negara siap berdiri di depan untuk menghadapi mereka.

Jika pertumbuhan ini terjadi pada semua pemuda bangsa ini, maka tidak perlu Ir. Soekarno yang memimpin para pemuda untuk mengguncang dunia tetapi para pemuda-lah yang memimpin anggotanya untuk mengguncangkan dunia ini. Pada saat jiwa patriotise pemuda semakin tumbuh maka tidak mungkin lagi jiwa tersebut kembali pada jiwa yang takut berkorban, karena pertumbuhan adalah sesuatu yang tidak dapat kembali pada asalnya.

Mahasiswa Sebagai Pembawa Perubahan 

Mahasiswa adalah kelompok penggerak dalam perubahan dari dulu sampai sekarang, dengan jiwa patriotisme yang dimiliki yang digabungkan intelektual sehingga pergerakan yang dilakoni akan memberikan kesan secara kritis yang dilontarkan kepada pemimpin bangsa ini. Maka dari sinilah terjadi keresahan jika para pemuda-pemuda khususnya mahasiswa tidak memiliki jiwa patriotisme maka punahlah para penggerak perubahan yang intelektual. Salah satu kekhawatiran nyata bagi bangsa ini adalah pemakaian narkoba yang banyak digunakan oleh para pemuda-pemuda bangsa ini, narkoba menjadi salah satu factor utama mundurnya bangsa ini karena kemajuan bangsa tergantung dari penerusnya saat ini.

Para intelektual yang patriotism sejatinya tidak akan melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri lebih-lebih merugikan masa depan bangsa, karena pembawa perubahan adalah intelektual, intelektual harus dimiliki oleh seorang yang patriotisme dan seorang yang patriotisme harus membawa perubahan. Para pemuda-pemuda khususnya mahasiswa yang intelektual tidak akan menggunakan narkoba karena mereka secara sadar sebagai pembawa perubahan. 

Jiwa patriotisme tanpa ditumbuh kembangkan hanya akan menjadi pengusul perubahan tetapi tidak menjadi penggerak dan peserta pergerakan tersebut, hanya akan menjadi orang yang menikmati hasil tanpa berusaha.

Penulis : Rizki Mulyadin