Mahasiswa Bukan Lagi Agent Of Change
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa Bukan Lagi Agent Of Change

Sabtu, 02 Desember 2017

Foto : Penulis
Berbicara tentang mahasiswa berarti kita berbicara tentang anak muda yang haus akan perubahan dan perjuangan, mahasiswa juga sering disebut sebagai kaum intelektual dengan kemampuan berpikir yang baik dalam artian sudah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk di aplikasikan pada kehidupan sosial dan bermasyarakat.

Mahasiswa yang dikatakan sebagai agen of change itu bukan hanya mahasiswa yang dapat melakukan perubahan disekitarnya namun mahasiswa yang peduli akan langkah dan arah tujuan dirinya dalam artian melakukan perubahan sikap dan pola pikir dalam perilaku dan kepribadiannya sendiri, karena perubahan yang baik yaitu perubahan yang berawal dari dalam diri kita pribadi. Masih banyak memang mahasiswa yang belum sadar akan hal ini karena menurut saya perubahan itu adanya perbedaan atau sesuatau yang baru yang bernilai positif bagi diri sendiri maupun masyarakat luas, maka dari itu tanyalah pada dirimu perubahan apa yang telah kamu buat, karena seorang agent of change itu adalah orang yang tidak suka berdiam diri melihat keadaan yang terjadi disekitarnya dia selalu mencari cara maupun solusi untuk keluar dari masalah tersebut, kalau perubahan tidak digerakkan maka akan seperti sampah yang dibiarkan menumpuk dan akhirnya akan menimbulkan bau busuk yang akan mengancam kehidupan disekitarnya, maka dari itu hanya ada dua pilihan yaitu maju untuk memberantas atau berhenti untuk diam.

Agent of change adalah orang-orang yang sangat peduli akan kehidupan-kehidupan yang memihak rakyat kecil dan akan sangat anti pada hal-hal yang merugikan masyarakat luas, maka dari itu hadirnya mahasiswa disini untuk dapat menjawab itu semua siap tidak siap harus siap karena kalau bukan kita siapa lagi, karena jiwa semangat seorang pemuda masih sangat membara untuk melakukan sebuah perubahan, seperti yang dikatakan Bung Karno” Beri aku seribu orang tua niscaya kucabut mahameru dari akarnya,beri aku sepuluh pemuda niscaya akanku guncangkan dunia”, dari kata-kata itu dapat diartikan bahwa kitalah agent of change yang sesungguhnya.

Seorang agen of change harus tertanam tiga kompetensi dasar ini dalam dirinya yaitu pertama intelektualitas, intelektual sangat penting adanya dalam diri seseorang karena dengan intelektual yang mumpuni kita dapat memecahkan suatu masalah dan mengambil setiap keputusan dengan baik dan benar, selanjutnya religiusitas, dimana peran nilai religius ini tidak kalah pentingnya dengan intelektual karena apa bila dalam diri setiap individu sudah tertanam nilai religius yang baik insya Allah dalam menjalankan roda kehidupan tidaklah menyimpang dari garis-garis agama. Dengan nilai religius inilah kita dituntun pada jalan yang benar yaitu jalan yang mengarah pada ajaran-ajaran islam, dan yang terakhir adalah humanitas dimana rasa kepedulian antar sesama itu terkandung dalam nilai ini, seorang yang humanis dapat berinteraksi dengan baik antar sesamanya sehingga melahirkan masyarakat yang peduli akan perdamaian dan kesatuan.

Dan yang terpenting seorang agent of change itu adalah orang yang haus akan ilmu, maka mulai dari sekarang jangan berhenti untuk menuntut ilmu agar bisa menjadi penyambung estafet bangsa yang akan mewujudkan Indonesia menjadi negara maju dan disegani negara-negara lain di dunia. Anggaplah kita sebagai pemburu dan ilmu adalah hewan buruan kita, maka ikatlah buruanmu itu!

Penulis : Ovin