Mahasiswa Minta Tuntaskan Kasus Korupsi di Kabupaten Bima
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa Minta Tuntaskan Kasus Korupsi di Kabupaten Bima

Selasa, 12 Desember 2017

Masa PMII Cabang Bima Ketika Berorasi di Deoan Kantor Kejaksaan Negeri Bima.
Indikatorbima.com - Berbagai kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Bima tidak kunjung selesai ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang, sampai mengundang amarah mahasiswa Bima termasuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bima untuk melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di Kantor Kejaksaan Negeri Raba Bima dan meminta agar segera ditindaklanjuti dengan profesional, Senin (11/12/2017).

Salah satu yang disoroti kasus korupsi anggaran BUMDes yang diduga dilakukan Pemerintah Desa Buncu Kecamatan Sape yang tidak pernah ditindak secara serius oleh Kejaksaan Negeri Raba Bima, karena sebelum PMII melakukan aksi untuk menyampaikan saran dan pendapatnya, masyarakat dan mahasiswa juga sudah melakukan aksi besar-besaran lantaran ada dugaan kerjasama antara Kepala Desa dan Kejari Raba Bima.

"Sudah dua minggu masyarakat dan mahasiswa melakukan aksi, sebelum PMII cabang Bima turun aksi, dan kejaksaan telah melakukan persekongkolan dan kerjasama bersama Kepala Desa Buncu sehingga tidak dilakukan penangkapan," terang Arisman korlap aksi saat orasi di depan Kejari Raba Bima, Senin (11/12). 

Lanjutnya, selain itu dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah, bibit jagung, dan pekerjaan bendungan Ama Baina di Desa Parangina Kecamatan Sape juga tidak ditindaklanjuti secara profesional dari Polda NTB dan Polres Bima. Dalam tuntutan aksi peringati hari anti korupsi dunia PMII juga mendesak Ispektorat agar memeriksa secara serius tindak pidana korupsi yang sangat merugikan masyarakat Kabupaten Bima. Kalau tidak segera ditindak mahasiswa juga akan melakukan tidakan lebih lanjut. 

"Apabila tuntutan kami tidak di indahkan maka kami akan melakukan tindakan yang menurut kami benar, karena kasus ini sangat merugikan masyarakat dan Kabupaten Bima. Daerah ini tidak akan pernah berkembang dan maju kalau kasus ini terus dibiarkan," tegasnya.

Reporter : Jamil
Editor      : Muh. Ainul B