Konflik Yerusalem; Tanah Suci Tiga Agama Besar "Islam, Nasrani, dan Yahudi"
Cari Berita

Advertisement

Konflik Yerusalem; Tanah Suci Tiga Agama Besar "Islam, Nasrani, dan Yahudi"

Sabtu, 16 Desember 2017

Liga arab kecam keputusan Donald Trump (foto : Sondonews.com)
Indikatorbima.com - Kicauan Dinald Trump kembali menuai kontroversi. Kali ini Trump mengeluarkan pernyataan yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Negara Israil yang semula beribu kota di Tel Aviv. Pernyataan ini telah menuai kecaman dari pelbagai pihak, baik dari penduduk Palestina maupun dari 57 negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beberapa hari lalu mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa di Istanbul, Turki (13/12).

Di sisi lain, dilansir dari Merdeka.com (14/12) Benjamin Netanyahu (PM Israil) menyambut gembira pernyataan tersebut dan berkeyakinan akan ada negara-negara lain yang akan memberikan pernyataan yang sama seperti Presiden Amerika Serikat. Perebutan tanah Yerusalem telah mewarnai sejarah peradaban dunia.

Perang dan pengklaiman demi pengklaiman merupakan corak khas di tanah Yerusalem, sejak invasi atas nama ziarah akbar yang dikumandangkan oleh gereja sekitar tahun 1095 telah memantik semangat jutaan tentara untuk menjadi Martir di jalan Yesus hingga pada akhirnya Yerusalem menjadi wilayah kekuasaan Kristen Katolik.

Berselang beberapa puluh tahun kemudian sekitar 1187 pasukan Muslim atas nama Jihad di jalan Allah kembali merebut tanah Yerusalem di bawah panji kepemimpinan Salahuddin Al Ayubi (Saladin), serta sejumlah serangan balik dari tentara Martir Tuhan (Nasrani) yang terus bergulir hingga abad ke-18. Kemudian di akhir abad ke-19 golongan Yahudi yang telah mendapat didikan mental dari pembantaian masal oleh Nazi atas kaumnya mengibarkan sebuah panji baru bernama Israil dan dengan dendam lama kembali mengumandangkan perang terbuka dan perebutan kembali atas tanah Yerusalem yang telah lama diduduki oleh kaum Muslimin, hingga sekarang perang pembantaian Israil trhadap penduduk Palestina masih saja berkecamuk.

Mengapa tanah Yerusalem begitu ekstrem hingga memicu konflik yang seakan tiada henti?

Menilik sejarah, tanah Yerusalem adalah wilayah yang dianggap suci oleh 3 agama (Yahudi, Nasrani, dan Islam). Bagi umat Yahudi, Yerusalem adalah tempat suci karena konon di sana ada "Kuil Solomon" (Kuil Sulaiman) sebagai tempat peribadatan yang dibangun atas dasar penghormatan kepada Nabi Sulaiman yang telah mengangkat derajat mereka. Di Yerusalem juga terdapat "Tembok Ratapan" sebagai tempat peribadatan yang suci di luar Sinagog (tempat ibadat umat Yahudi) karena Tuhan akan hadir langsung di sana. Selain itu, mereka mengklaim bahwa Yerusalem adalah tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Moses (Nabi Musa) untuk kaumnya setelah Moses dan kaumnya terbebas dari kejaran Ramses (Raja Fir'aun).

Bagi umat Nasrani, Yerusalem adalah tanah suci karena di sana merupakan tempat penyaliban Yesus (Nabi Isa) sebagai bentuk penanggungan beliau atas dosa umatnya, baik dosa umatnya yang telah lalu maupun yang akan datang, maka menziarahi dan menyucikan Yerusalem adalah iman bagi pemeluk agama Nasrani. Inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya perang salib pertama.

Sedangkan bagi umat Islam, tanah Yerusalem adalah salah satu tanah yang disucikan karena di sana berdiri kokoh Masjid Al Aqsa sebagai saksi sejarah perjalanan fisik serta spiritual Nabi Muhammad Saw di saat beliau melakukan Isra. Dalam perjalanan spiritual tersebut, Nabi Muhammad Saw mendapat perintah untuk melaksanakan salat sebagai ibadah wajib umat Islam.

Jadi, ada kecemburuan sosial dari pihak yang tidak menguasai tanah Yerusalem dan hasrat ingin menguasai tanah Yerusalem menjadi kepemilikan bersama untuk salah satu golongan. Konflik yang syarat akan korban nyawa ini akan terus berlanjut sebelum benang merah dari peta konflik berkepanjangan ini ditemukan dan dapat diterima oleh masing-masih pihak yang berseteru.

Penulis : Sirsulk
Editor   : Fuad De Fu