Kepada Perempuan Itu
Cari Berita

Advertisement

Kepada Perempuan Itu

Minggu, 31 Desember 2017

Ilustrasi (foto : Lampung Post)

Kepada perempuan yang sabar setia menahan linu sambil mendaras Qur'an, mengusir sunyi senyap di mushalla kecilnya di ujung timur pulau itu.

Kepada perempuan yang istiqomah menengadahkan tangannya, mengibah rahmah di atas sajadah hijau itu.

Kepada perempuan yang tak kenal lelah mengalirkan mataair airsuci dari pelupuknya mendoakan kesehatan, kesuksesan, dan kebahagiaan anaknya, menantunya, dan cucu-cucunya nan jauh di tanah rantau ini.

Kepadamu, Ibu, perempuanku tercintaku. Terima kasih atas cinta kasih sucimu. Terima kasih atas ikhlas sabarmu. Terima kasih atas tulus tanpa pamrihmu. Terima kasih atas semua kebaikanmu yang melimpah ruah yang tak mampu ku menghitung.

Apa yang engkau pikirkan, ibu? Kenapa engkau sebegitu cintanya kepadaku, sebegitu baiknya terhadap kami, terhadap istri, dan anak-ankku atau cucu-cucumu? 

Maafkan aku, anakmu dan keluargaku yang kurang maksimal mencintaimu, Ibu. Yang tidak bisa membawakan obat asma atau balsem oles ke kamarmu saat engkau sulit bernafas, remuk punggung atau saat tinggi suhu badanmu.

Maafkan kami, Ibu. Yang agak sering lupa atau tak sempat membalas cintamu yang amat besar pada kami itu. Mohon maafkan atas semua itu, Ibu.

Semoga Allah SWT menjagamu di dunia dan di akhirat, Ibu. Semoga Allah SWT menempatkanmu di surga. Aamiin... 


Penulis : Mulyanto (Novelis)