Masyarakat Kecewa, Pemerintah Bima Dianggap Korup dan Tidak Komit Berantas KKN
Cari Berita

Advertisement

Masyarakat Kecewa, Pemerintah Bima Dianggap Korup dan Tidak Komit Berantas KKN

Rabu, 13 Desember 2017

Salah seorang masa aksi mengangkat spanduk bertuliskan "KPK SEGERA TANGKAP DAN PENJARAKAN BUPATI BIMA" pada aksi mahasiswa STISIP Bima, Senin (11/12/17) lalu.
Indikatorbima.com - Sejumlah Masyarakat bersama mahasiswa Kabupaten Bima Provinsi NTB meragukan kepemimpinan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri untuk bisa berkomitmen dalam mewujudkan pemerintah yang bersih dan bebas dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Hal itu ditandai dengan maraknya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa akhir-akhir ini, Rabu (13/12/17).

Karena tidak adanya penanganan dan tindaklanjut secara serius dan profesional menyebabkan munculnya kekecewaan masyarakat Kabupaten Bima dan juga mahasiswa sampai melakukan aksi demonstrasi besar-besaran diberbagai instansi pemerintahan Kabupaten Bima. Bahkan bulan Agustus 2017 lalu Ketua Komisi I DPRD, Sulaiman M.T. SH, megeluarkan pernyataan yang meminta agar Bupati mengambil sikap tegas secara moral, terhadap sejumlah pejabatnya yang ditetapkan tersangka kasus korupsi. 

“Bupati berani mengambil sikap terhadap para pejabatnya yang melanggar, apalagi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi,” kata Politisi Gerindra ini kepada Suara NTB, Rabu, 23 Agustus 2017.

“Belum lagi ada sejumlah bawahannya, yang tersangkut kasus korupsi Pol PP 2015. Bupati harus bisa menilai persoalan ini,” lanjutnya.

Sejak peralihan pemerintahan dari Bupati Ferry Julkarnain 2016 lalu hingga akhir tahun 2017 ini atas kepemimpinan Bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri tindakan pidana korupsi masih saja belum ada tindaklanjut secara tegas dan profesional dari pemerintah Kabupaten Bima.

Amir Mbojo (nama aku facebook) salah seorang masyarakat Kabupaten Bima mengungkapkan, bahwa Sudah banyak tindakan korupsi yang diduga dilakukan Pemkab Bima, mulai dari penyalahgunaan wewenang rekrutmen honorer K2 Bima Menjadi CPNS sampai ke proyek pembangunan gedung kantor Bupati Bima bahkan pembangunan rumah warga dan juga jembatan.
Screenshot status facebook @Amir Mbojo
Amir Mbojo pada status kronologi Facebooknya yang di unggah pada tanggal 11 Desember 2017 sekitar pukul 22:22 WITA lalu mengungkapkan, bahwa kasus dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Bima yang belum mendapat penanganan serius dan profesional sedikitnya ada 21 kasus.

Berikut daftar kasus korupsi di Kabupaten Bima versi Amir Mbojo :

1. Penyalahgunaan Wewenang Rekrutmen Honorer K2 Bima Menjadi CPNS.
2. Penyalahgunaan Dana Bantuan Sosial (BANSOS) APBD II Tahun 2012 Senilai 4,5 Miliar.
3. Pengadaan Pakaian Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2014, 692 Juta.
4. Pengadaan Sampan Fiberglass Sebanyak
5 Unit dengan Anggaran 1 Miliar yang Bersumber dari Dana DAK Pada Tahu 2012. 6. Penyelewengan dana Kegiatan Festival Tambora Menyapa Dunia (TMD) tahun 2015 Senilai 4,5 M.
7. Pengadaan Bibit Kedelai Melalui Program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) dengan Pagu anggaran Sebanyak 1,1 M Tahu 2015.
8. Pengadaan BENIH BAWANG MERAH Tahun Anggaran 2015 dengan pagu anggaran 18 M.
9. Pengadaan BENIH BAWANG MERAH Tahun Anggaran 2016 dengan pagu anggaran 124 M.
10. Pengadaan BENIH BAWANG MERAH Tahun Anggaran 2017 dengan pagu anggaran 64 M.
11. Skandal Bocornya Kunci Jawaban Seleksi Perangkat Desa tahun 2017 11. Pelelangan Tanah Eks Jaminan Pemdes.
12. Jual Beli Jabatan (mulai dari Pengakatan Sekda, Sekwan, Kadis, Kabag, Kabid hingga pengangkatan Kepala Sekolah.
13. Sengketa Agraria Antara PT. Sanggar Agro Karya Persada dengan Masyarakat Tambora – Sanggar.
14. Dugaan jual beli Tanah Masyarakat teluk Waworada di Wera Oi Tui.
15. Pembangunan Rumah Warga Transmigrasi di Kecamatan Tambora (mulai dari SP 1 sampai SP 6).
16. Pembangunan Rumah Warga Nadi Desa Laju.
17. Pembebasan Lahan Kantor Bupati.
18. Pembangun Gedung Kantor Bupati.
19. Dana Konflik.
20. Pembangunan jembatan Lido dan Diwu Ringi Desa Ngali.
21. Pembangunan Rumah warga Desa Godo.

"Itu baru sebagian saja kasus korupsi di Kabupaten Bima luar biasa banyak, namun tak ada satu kasuspun yang telah tuntas, dan anehnya lagi Pemkab Bima masih saja bisa mengklaim bahwa kepemerintahan dibawah kepemimpinannya cukup bersih serta komitmen untuk mewujudkan pemerintah yang bebas dari KKN masih tinggi," tulis Amir Mbojo pada Kolom Komentar fecebooknya.

Reporter : Subhan Forest
Editor      : Furkan