Kecaman dan Hujatan Netizen Untuk Mahasiswa STKIP Bima Perusak Musholah
Cari Berita

Advertisement

Kecaman dan Hujatan Netizen Untuk Mahasiswa STKIP Bima Perusak Musholah

Senin, 18 Desember 2017

Situasi serang menyerang pihak Mapala Londa dan LDK STKIP bima
Indikatorbima.com - Perusakan Musholah yang juga sekertariat Lembaga Dakwah Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima pada hari Sabtu 16 Desember 2017 sebelum Magrib, Diduga dilakukan oleh Anggota Mapala Londa yang bernama Junaidin mahasiswa Jurusan Matematika Semester tiga. Junaidin dalam melakukan aksinya diduga masih dalam keadaan mabuk. Selain itu, aksi saling serang antara mahasiswa Mapala Londa dan LDK STKIP Bima mendapat berbagai kecaman dari para netizen, Senin (18/12/17).

Baca : Rusak Musholah, Mahasiswa STKIP Bima Ini Diduga Dalam Keadaan Mabuk

Berdasarkan hasil pantauan akun Facebook @Bima Kita dibeberapa kolom komentar terkait aksi perusakan dan aksi saling serang antara mahasiswa Mapala Londa dan LDK STKIP Bima menunjukan adanya berbagai kecaman dan hujatan dari Netizen. Ada yang menyuruh mengusir Dari kampus, menyuruh buang jauh-jauh dsri Bima, bahkan mahasiswa tersebut di cap sebagai PKI, Yahudi, Jionis, dan lain-lain. Berikut komentar para Netizen @Facebook selengkapnya :

"Waduh, mahasiswa kog saling serang fisik," @Yasin Muzakir.

"Giliran komen orang paling bisa. dia sendiri kelakuanya kayak gitu. mahasiswanya aja gt gmn Bima mau maju. generasi micin," @Andra Sitorus.

"Kenapa musholah jadi sasaran? Itu tempat ibadah kita saudara2ku sekalian," @Bang Hasnun.

"Jangan melihat sekertariat LDK itu hanya sebagai bangunan tempat berkumpulnya mahasiswa dalam membangun misi, tapi bangunan itu adalah tempat beribadahnya kaum muslimin. Temasuk kalian yang mengaku sebagai umat islam," @Izam Bilagunnah.

"Saya yang lahir dari rahim Universitas Muslim Indonesia (swasta terbesar di Indonesia Timur) selama 5 tahun. Tak pernah melihat kekonyolan seperti ini," @Ayatullah.

"Yang diperebutkan apa? yang dapat siapa? Yang rugi siapa?," @Muhammad Taufiqurahman.

"Sok aksi mau kritisi orang lewat demo-demo...Ayolah....Ngaku terpelajarkan???," @Budi Haryawan.

"Dan inilah salah satu alasan kenapa pemuda Bima enggan melanjutkan studi perguruan tinggi di Bima termasuk saya," @Aj Kribo.

"Di internal saja pecah. Gimana mau melawan kedzoliman yang ada diluar...miris," @Wawan Mbozo.

Baca : Mapala Londa Vs LDK STKIP Bima Saling Serang di Dalam Kampus

"Masalahnya adalah ada anggota mapala yg merusak mushola tanpa ada masalah yang tinggal dimushola... Setelah tadi pagi ditanya ternyata anak mapala ini karna mabuk katanya. Mabuk kok sasarannya musholah," @Almikdar Thoifah Almansuroh.

"Ya robby. Kok sampe hati ya main ngerusak mushola," @Mawardin Cane.

"Miris melihat calon pendidik berlaku seperti orang yang tak berpendidikan, inikah bakal calon yang akan mendidik anak bangsa, kasihan generasi berotot tapi tak berotak ini," @Odhe Mbojo.

"Mapala damai. Damai itu indah. "Sevemapala".Semoga masalah cepat selesai," @Azhari Stanley.

"Yang begini buang ke pulau ular. Bikin malu orang bima. Tai kucing kau," @Riky Cumpukain.

"Saya pernah seorang mahasiswa dan saya pernah melakukan kenakalan tapi harus menghargai sesama manusia apalagi merusak rumah ibadah itu dosa besar saudara. Kalau selesai mabuk gak usah merusak musholah malu dong saudara itu generasi bangsa loh. Kalau ada masalah hadapin yang bersangkutan. Jangan maluin jadi mahasiswa," @Kurniawan Prang Bakat.

"Kurangajar. Di suruh kuliah sama orang tua untuk menjadi orang baik bukan menjadi orang biadab. Mahasiswooooo bukan mahasiswa," @Sirajuddin Ciwintara.

"Contoh tidak baik, Kok Musyolah di rusak.Kalau memang ada masalah langsung ke yang bersangkutan, jangan Musyolah yang jadi sasaran. itu tmpat ibadah," @AL Muhajirin Jin.

"Pantas mahasiswa STKIP bima berkurang drastis 2, 3 tahun terakhir ini," @Saiful Akbar.

"Pelecehan terhadap tempat ibadah, ini bisa di pidanakan," @Eman Juventini.

"Mari bicarakan baik-baik jangan saling serang sebab akan merusak citra almamater kuning bro," @Furkan.

"Kurangngajar kalau ini masa tempat ibadah dihancurin seperti ini," @Tono Malingi.

"Untuk rekan- rekan Ldk yg saya hormati. Untuk tetap jaga ukhwah. jangan terprovokasi. Allahu Akbar,"@Aden Ibnu Jazirah.

"Kuliah gara gara nggak ada sdh teman mainnya di kampung. Cari tau siapa orangnya dan usir dy dari kampus itu bila perlu buang jauh jauh dari Bima malu-maluin aja," @Jamil Juventini

"Astagfirullah. Kurangajar sekali mahasiswa itu, bikin malu mahasiswa STKIP yang lain, orang kayak gitu harus di kancoki biar mampus, dia harus keluarin dari kampus," @Maldhyan Ve.

"Menjijikan. DO saja mahasiswa seperti itu. Merusak nama baik kampus saja. Kalau emang mau kelahi, kelahi saja di luar kampus," @Uchy Uchy Ajj.

"Kajengge weki mahasiswaeeee.. Dula raaaa ma inga pu amamu ma kanggihi tana aka tolo dou kaeee.. Mai tiopu inamu ara rasa ma landa su'u rero uta ke nggoke dohoeeee," @Arung Prahara.

Baca : Pengerusak Musholah Tidak Diproses Secara Hukum "Kerusakan Ditanggung Kampus" Kok Enak?

Itulah komentar Netizen Facebook menanggapi tindakan mahasiswa STKIP Bima. Semoga menjadi kritikan dan saran kepada semua pihak.

Reporter : Amar El Real
Editor      : Nurmalasari