Karakter Generasi Milenial
Cari Berita

Advertisement

Karakter Generasi Milenial

Sabtu, 02 Desember 2017

Foto : Penulis
Kemajuan jaman yang sangat cepat dalam kehidupan manusia memang tidak dapat untuk dihindari dengan mudah sebagai dampak dari adanya perkembangan pola pikir manusia. Ketidak puasan dengan hidup yang statis membuat manusia selalu berkeinginan untuk berinovasi. Perubahan cara pandang manusia ini, membuat semua yang ada di dunia ini dapat dibuat dan ditiru dengan mudah semuanya demi mempermudah dalam segala urusan yang dihadapi oleh manusia. Dengan adanya inovasi yang diciptakan membuat manusia merasa terbantu dalam menyelesaikan tugasnya. Kecepatan dan efesiansi waktu dalam tugas yang dikerjakan juga terjamin dengan alat bantu tertentu yang diciptakan. Manusia diberikan kemudahan dalam hidupnya dengan semua alat inovasi yang diciptakan, dengan kemudahan yang dirasakan dalam segala hal ini, membuat manusia merasa terbantu dalam hidup yang penuh kesibukan. Ketergantungan akan alat atau teknologi pun mulai timbul dalam memecahkan dan menyelesaikan tugas yang dihadapi.

Keterlibatan fisik individu dalam proses penciptaan dan pengadaan barang atau jasa pun tidak lagi disumbangsikan secara utuh. Pergantian peran yang terjadi secara perlahan-lahan oleh alat yang lebih efektif dalam kehidupan manusia, membuat semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan waktu yang singkat bahkan dengaan jumlah yang banyak. Itulah sebabnya banyak perusahaan banyak yang menggunakan jasa alat-alat dalam pembuatan produk, karena dianggap lebih dapat memberikan keuntungan yang menggoda. Pekerjaan-pekerjaan yang sangat detail dalam memproduksi suatu barang, sering kali digunakan alat yang memiliki tingkat ketepatan dalam produksi suatu barang tersebut, buruh-buruh pabrik ditakutkan mulai teralihkan pekerjaannya. Perbandingan produksi barang yang dihasilkan antara manusia dan teknologi memang bisa dibilang jauh, baik dari segi kuantitatif dan kualitatif. Salah satu alasan mengapa teknologi lebih dipilih, ialah kualitas dan kuantitas yang dihasilkan memang memberikan kepuasan dibandingkan produk yang dihasilkan oleh manusia. Dengan sifat manusia yang serakah dengan uang, apapun cara yang dapat menghasilkan uang dalam waktu cepat semuanya akan ditempuh; termasuk penggunaan jasa teknologi ini.

Selain berakibat pada pergeseran peran manusia dalam bekerja, hal yang paling ditakutkan adalah tidak adanya proses sosial yang terjadi antar individu sebagai makhluk sosial. Kecanduan akan dampak yang diberikan teknologi informasi khususnya telepon seluler membuat manusia menyimpang dari kodrat dan hakiaktnya sebagai individu yang membutuhkan individu yang lain. Dengan adanya media sosial, manusia lebih cenderung untuk berkomunikasi dengan telepon dari pada berkomunikasi secara langsung. Ditambah lagi dengan berbagai aplikasi yang memudahkan manusia baik dari pendidikan, olahraga, pembelajaran dan lain-lain. Waktu demi waktu perkembangan teknologi membuat manusia menjadi tidak mau berusaha dalam mencapai tujuannya, semuanya terasa bagaikan khayalan, apapun yang diinginkan tinggal pesan secara online. 

Albert Einstein pernah mengatakan bahwa, dengan adanya teknologi membuat manusia dengan manusia lainya tidak dapat berinteraksi secara maksimal dan menjadikan manusia itu menjadi generasi yang idiot. Hubungan manusia dari generasi ke generasi semakin jauh dari kata tatap muka dan berinteraksi secara langsung, ini didasarkan atas pengaruh teknologi yang menawarkan kemudahan. Sehingga proses tatap muka secara langsung mulai ditinggalkan oleh sebagian orang, mungkin hal yang dipertimbangkan lainnya adalah waktu yang ditempuh untuk dapat bertatap muka dengan lawan bicara dan juga hal-hal yang mendesak dan informasi yang penting untuk dikabarkan dengan segera. Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi lebih berdampak pada sesuatu yang negatif bagi manusia muda ini, apapun yang diinginkan dapat diwujudkan secara praktis tanpa repot untuk memikirkan bagaimana usaha yang keras untuk mencapainya. Dari kepraktisan inilah timbul generasi yang bergantung pada sesuatu yang bersifat instan.

Generasi milineal merupakan gelar yang diperuntukan bagi individu atau kelompok yang menyukai kepraktisan dalam segala hal, dalam artian tidak ingin menjadi terbebani oleh waktu dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan telepon seluler manusia dapat mengakses dan memesan apapun dengan cepat, kemudahan yang ditawarkan yang lainnya adalah mengenai pilihan baik varian rasa atau ukuran ekonomi. Dalam sistim online semuanya diterangkan secara detail sehingga tidak membingunkan pelanggan dalam melakukan pemesanan. Dengan semua kemudahan tanpa membingunkan ini, tentunya semua orang menjadi terjerumus akan teknologi yang ditawarkan. Dengan semua kemudahan ini, menjadikan individu menjadi pribadi yang malas berusaha dalam mencapai hasil. Orang-orang yang malas sangat adalah orang-orang yang riya dihadapan manusia lainnya. Dalam Qur’an surah As-Saffat ayat 61 menafsirkan bahwa “untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja”. Orang-orang yang tidak berusaha merupakan orang-orang yang kalah dalam hidupnya, karena semuanya bukan karena hasil jerih payahnya sendiri tetapi perantara sesuatu baik orang lain maupun media sosial.

Kerugian besarlah bagi orang-orang yang malas dalam bergerak dan berusaha, karena dengan bergerak dan berpikir membuat manusia menjadi lebih sehat dan juga mampu meningkatkan kepekaan sosial. Manusia diciptakan untuk bekerja di dunia ini bukan untuk menikmati sesuatu yang praktis tanpa usaha secara fisik. Dari dampak aktivitas yang dilakukan manusia ini, sampai dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 11 yang berbunyi Dan bila dikatakan kepada mereka: “janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab; “sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Jika dipahami lebih dalam dari makna surah Al-Baqarah ayat 11, secara tidak langsung manusia disuruh untuk bekerja dan berusaha sampai terjadinya kerusakan di muka bumi ini, dan berusaha untuk mencari solusi bagaimana agar setiap aktivitas yang dilakukan tidak merusak kelestarian alam. Apapun yang dilakukan manusia di muka bumi pasti akan berdampak kembali pada manusia itu sendiri, baik di dunia terlebih lagi di akhirat nanti. Generasi milenial yang berbasiskan pada kepraktisan tentu bertentangan dengan sumber hukum islam yaitu Al-Qur’an. Generasi yang bermalasan dalam mencapai tujuan hidupnya sangat tidak dianjurkan dalam Al-Qur’an, Nabi Muhammad dalam membawa umatnya dari zaman zahiliyah ke zaman yang terang benerang semuanya dilakukan dengan penuh usaha dan kesabaran. Seandainya pada saat yang sulit itu, Baginda Muhammad SAW tidak berupaya untuk memperjuangkan umatnya maka tidak ada kenikmatan yang dirasakan pada saat ini.

Rasa kemalasan menjadi sesuatu yang harus dihindarkan, perkembangan zaman akan lebih bernilai jika diimbangi dengan usaha dalam mencapai tujuan hidup. Usaha tetaplah menjadi prioritas dalam kehidupan ini, karena Allah tidak akan merubah nasib kaumnya kecuali dia mau mengubahnya sendiri. Semuanya berbasiskan pada adanya rasa perjuangan dalam meraih perubahan yang diinginkan. Kecanduan akan kemudahan yang diberikan zaman tidak menghalalkan kita untuk bermalas-malasan dalam menempuh tantangan hidup yang semakin lama semakin menantang. Semuanya kembali lagi pada pedoman hidup yang dijunjung tinggi oleh setiap individu, umat Islam harus berpedoman penuh dengan Al-Qur’an dan umat lain bisa berpedoman dengan kitabnya masing-masing. Kesadaran diri menjadi sesuatu yang utama dalam pengendalian diri, aturan-aturan yang dibuat untuk ditaati tidaklah ada artinya jika tidak ada dorongan dalam dirinya untuk untuk bisa taat aturan. Bahkan manusia tidak butuh peraturan jika dapat mengendalikan dirinya sendiri, karena adanya peraturan adalah dampak nyata dari pelanggaran yang dilakukan manusia.

Penulis :  Rizki Mulyadin