Gara-Gara Program Simpan Pinjam BUMdes Sangiang Dianggap Rentenir
Cari Berita

Advertisement

Gara-Gara Program Simpan Pinjam BUMdes Sangiang Dianggap Rentenir

Senin, 04 Desember 2017

Pemdes dan pengurus BUMdes usai rapat pembentukan dan pengesahan BUMdes melakukan foto bersama di Aula Kantor Desa Sangiang, Selasa (8/8/17).
Indikatorbima.com - Inovasi baru yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima, melalui pelaksanaan program simpan pinjam diduga menetapkan bunga diatas bunga Bank. Gara-gara program tersebut BUMdes Sangiang dianggap sebagai rentenir, Senin (04/12/17).

Pengelolaan dana BUMdes melalui Program simpan pinjam yang menetapkan pemimjaman minimal Rp. 1.000.000 dikenai bunga sebesar Rp. 87.5000 per-bulan menui titik saran dan kritikan dari beberapa pemuda. Beberapa di antaranya bahkan menganggap BUMdes seperti rentenir. 

"BUMDes atau rentenir??????" ujar Migon Setiawan salah satu pemuda Desa Sangiang mengkritisi kebijakan BUMdes tersebut. 

Sementara pemuda lainnya menganggap, bahwa penetapan bunga tersebut diduga bertentangan dengan Perdes Sangiang No. 08 tahun 2017 tentang BUMdes yang melarang penetepan bunga melebihi dari bunga bank.

"Sementara dalam Perdes Desa Sangiang No. 8 Tahun 2017 tentang BUMDes menyatakan bahwa bunga peminjaman uang tidak boleh melebihi bunga Bank. Apakah bentuk pengelolaan ini mengacu pada Perdes ataukah hasil akal akalan?" tutur Yoni.

"Sekedar memberikan masukkan terkait dgn persoalan BUMDES yang indikasinya akan menjadi rentenir di Desa Sangiang agar kiranya dapat mempertimbangkan lagi bunga yang kemudian akan menjadi beban masyarakat yang meminjam" saran Fahni salah satu pemuda Desa Sangiang kepada BUMdes Sangiang.

Menanggapi titik saran dan kritikan tersebut beberapa anggota BUMdes menyatakan, bahwa program simpan pinjam tersebut merupakan inovasi baru yabg bersifat bertahap.

"Berpikir karateristik ilmiah. Strategi pengelolaan BUM Desa bersifat bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan dari inovasi yang dilakukan oleh BUM Desa pak daeng" tulis Ohguz Mulyadin mengomentari kritikan pemuda. 

Lebih lanjut Mustamin anggota BUMdes yang lainnya menganggap bahwa pemuda-pemuda yang memberikan kritikan tersebut kebanyakan tidak paham karna pengatahuannya masih setengah-setengah. 

"Banyak orang yang tidak paham hari ini. Karna pengetahuannya masih setengah-setengah. Cara berpikirnya masih terfokus pada satu aspek, hanya bisa melihat berdasarkan analiais" tulisnya.

Diketahui, BUMdes Sangiang hanya menetapkan jumlah peminjaman minilmal, yaitu Rp. 1.000.000 sementara jumlah peminjaman maksimalnya belum ditetapkan.

Reporter : Furkan
Editor      : Fuad D Fu