Fenomena Ucapan Selamat Hari Ibu
Cari Berita

Advertisement

Fenomena Ucapan Selamat Hari Ibu

Jumat, 22 Desember 2017

Foto : Penulis
Banyak sekali pemikiran yang melatar belakangi kehidupan manusia, dari sadar menuju ketidaksadaran, bahkan sebaliknya.

Melalui percukupan hati atas pemahaman yang kita dapatkan hari ini. Maka dianggap perlu, bahwa mengucap hari ibu tidak hanya satu hari yang kemudian tertanggal dalam kalender, sebab itu semua adalah berlebihan.

Ucapan selamat buat hari ibu tidak hanya pada tanggal dan waktu yang menjadi ketetapanya, karena hari ibu tidak bisa diukur oleh waktu yang tertanggal pada kelender.

Mendoakan yang terbaik buat mereka adalah ucapan selamat yang sangat tajam, tanpa harus orang lain ketahui, bahwa keaslianya nanti ialah untuk pembuktian kepada Allah atas bakti dan tidaknya kita terhadap mereka selama kita berada di bumi yang fana ini. Belum lagi, ketika berbicara hari ibu.

Pertanyaan mendasarnya ialah apakah kita sudah berbakti kepada bapak ibu kita? Tentunya setetes kata yang mereka seru untuk kebaikan kita adalah tulus ikhlasnya kita melaksanakanya, karena hal yang paling mendasar yang kemudian akan mengembirakan hati mereka ialah kita berbakti dengan ikhlas. Nak tolong belikan beras, nak tolong ambil air buat gentong, nak tolong sapu ruang tamu dan halaman belakang, nak tolong pindahkan kain kotor ini, nak tolong bantu ayah di sawah, nak tolong belikan ibu obat, apakah kita sudah merasakan dan melaksanakan secara langsung tanpa kata UH AH dan EH?.

Saya rasa ini adalah sebuah bentuk pemberian kita untuk mengucapkan kasih sayang terhadap orang tua kita. Tapi kadangkala ibu yang melahirkan malah semua itu hanya ibu yang minta sama kita, kapan kita memberikanya untuk orang tua kita? Menunggu tanggal 22 Desember? Sementara dalam hadis dan Al-qur'an juga sampai sejauh ini saya belum pernah mendengar ada yang membahas bentuk ucapan selamat untuk ibu, melainkan hanya untuk anak yang baru lahir. Lalu siapa yang melakukan di balik ini semua? orang Yahudi.

Yaa orang Yahudi yang sudah merencanakan ini semua sejak awal, untuk kemudian mengelabui umat islam agar ikut ikutan dengan perkembangan jaman, sementara umat islam di himbau untuk belajar supaya bisa menyaingi problem kehidupan dunia. Kemudian dari pada itu kita menunggu tanggal yg tertanggal di kalender untuk kemudian mengucap hari ibu.

Masha Allah, Yaa. Semoga saja kita termasuk anak yang tergolong budiman. Yang tidak hanya menunggu kalender berada pada tanggal 22 Desember.

Mari kita kabarkan pada mereka tentang kegembiraan hari ini untuk hari esok yang indah. Yakin usaha sampai. Banyaklah berdoa untuk kebaikan mereka, semoga Allah memberkati.

Penulis : Muhammad Akhir
Editor   : Amar El Real