Demo Lagi, Mahasiswa Minta Kasus Pelanggaran HAM Bima Berdarah di Usut Tuntas
Cari Berita

Advertisement

Demo Lagi, Mahasiswa Minta Kasus Pelanggaran HAM Bima Berdarah di Usut Tuntas

Minggu, 24 Desember 2017

Foto : Suasana penyampai aspirasi mahasiswa Bima-Makassar.
Indikatorbima.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi mahasiswa Bima - Makassar menggelar aksi damai di Jl. Peterani Kota Makassar pukul 09:00-12:15 WITA. Aksi yang berlangsung sekitar empat jam tersebut menuntut penuntasan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada peristiwa Bima Berdarah tanggal 24 Desember 2011 silam, Minggu (24/12/17).

"Kami aliansi mahasiswa Bima Makassar meminta kepada pemerintah Kabupaten Bima agar memberikan informasi yang jelas terkait pencabutan SK 188 terhadap tambang yang ada di Kecamatan Lambu dan menasionalisasikan aset-aset negara di daerah Bima," ujar Topan selaku jenderal lapangan aksi damai aliansi mahasiswa Bima-Makassar.

Menurut Topan, terkait informasi pencabutan SK 188 masih ngambang dan tidak jelas. Oleh karenanya, mahasiswa meminta kepada pemerintah Kabupaten Bima untuk segera mensosialisasikan informasi tersebut kepada instansi pemerintah di bawahnya maupun kepada masyarakat umum.

"Pencabutan SK 188 sampai hari ini masih ngambang di mata masyarakat Bima, maka dalam hal ini kami meminta kepada pemerintah untuk memberikan informasi yang masif kepada seluruh masyarakat Bima, baik itu kepada pemerintah Desa, Kecamatan, maupun lembaga masyarakat," tuturnya.

Diketahui, Pada tanggal 24 Desember 2011 adalah dimana dua masyarakat sipil di renggut nyawanya dan puluhan masyarakat luka-luka karna amukan peluru dari pihak aparatur negara yang melepaskan tembakan secara membabi buta kepada masyarakat yang melakukan aksi penolakan hadirnya tambang di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.

Aksi damai yang di lakukan oleh ratusan mahasiswa Bima-Makassar ini berjalan tertib dan aman. Kemudian diakhiri dengan membacakan pernyataan sikap. 


Reporter : Abang Jebra
Editor      : Muh. Ainul B