Inovatif! Mahasiswa UMM Dirikan CV. Inovasi Food, Ciptakan Produk Bangdur Nusantara
Cari Berita

Advertisement

Inovatif! Mahasiswa UMM Dirikan CV. Inovasi Food, Ciptakan Produk Bangdur Nusantara

Rabu, 27 Desember 2017

Foto : Para pendiri CV. Inovasi Food (dari kanan, Fernanda Rahmadillah Putri, Nurmalasari, Sabarudin, Muhammad Soleh).
Indikatorbima.com - Muncul banyak inovasi produk yang mengolah ikan bandeng salah satu yang paling populer yaitu Bandeng Presto yang menghilangkan duri dengan cara memasak bandeng pada suhu tinggi (121 Selsius) dalam jangka waktu yang lama. Tetapi terdapat kelemahan dari Bandeng Presto ini, yaitu adanya kemungkinan berkurangnya gizi makanan yang terkandung pada bandeng akibat pengolahan yang dilakukan pada suhu tinggi, serta dapat berpotensi menimbulkan rasa bosan jika mengkonsumsi Bandeng Presto ini dalam jangka waktu yang lama.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka CV. Inovasi Food mengeluarkan salah satu produk inovasi dari olahan ikan Bandeng tanpa duri dengan teknik fillet dalam meminimalkan duri pada ikan bandeng, produk yang dikeluarkan yakni BANGDUR Nusantara (Bandeng Tanpa Duri Cita Rasa Nusantara), yang memiliki empat varian rasa Indonesia yang menjadi warisan budaya yaitu rasa Rendang, rasa Sambal Matah, rasa Balado, dan rasa Original. 

Nama CV. Inovasi Food berawal dari munculnya gagasan terbaru dalam pengolahan produk perikanan, yaitu pengolahan ikan bandeng tanpa duri menggunakan teknik fillet dalam menghilangkan duri dan tulang pada ikan bandeng. Tujuannya agar semua lapisan masyarakat dapat menikmati ikan bandeng ini tanpa khawatir akan durinya, sekaligus juga menjaga nutrien dan kandungan gizi ikan bandeng serta mempromosikan gemar makan ikan agar lebih sehat, pintar dan memenuhi kebutuhan gizi dari konsumennya.

Adapun Visi dan Misi CV. Inovasi Food, yaitu :

Visi : Menghasilkan produk perikanan yang mampu bersaing secara kualitas maupun kuantitas dan mewujudkan program pemerintah untuk mencedaskan bangsa dengan gemar makan ikan.

Misi : Bangdur Nusantara kedepannya mampu melebarkan sayapnya kesemua daerah-daerah pesisir di Indonesia.

Ide ini berawal dari tugas kuliah Praktek Usaha Perikanan (PUP), yang mengwajibkan semua mahasiswa semester tujuh untuk memiliki ide usaha dalam bidang perikanan, baik itu pengolahan, budidaya ikan hias, ikan konsumsi, pakan, dan makanan siap saji yang berasal dari produk perikanan. Salah satu kelompok PUP, yang di bimbing langsung oleh Ganjar Adhywirawan S, S.Pi. M.P selaku dosen Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus Kepala Lab Perikanan, Mendirikan CV. Inovasi Food di ketuai oleh Nurmalasari, mahasiswa jurusan perikanan UMM asal Bima, yang sekaligus merangkap sebagai bendahara dan sekertaris dalam stuktur keorganisasaian perusahaan. Kemudian beranggotakan Fernanda Rahmadillah Putri sebagai Manajer Pemasaran, Sabarudin sebagai Manajer Produksi, dan Muhamad Soleh sebagai Direktur. 
Foto : Pengurus CV. Inovasi Food sedang di bimbing oleh Ganjar Adhywirawan S, S.Pi. M.P selaku dosen pembimbing.
Penggunaan CV ini dianggap cocok karena menurut Suwardi (2015) persekutuan komanditer (CV) dapat digunakan oleh perusahaan dengan modal yang terbatas dan usaha didirikan lebih dua orang anggota, sehingga hal ini membuktikan bahwa CV pantas digunakan dalam usaha ini. Modal didapatkan dari masing-masing anggota dan masing-masing anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama. 

Hal ini membuat tidak adanya jarak antara CEO perusahaan dan manajemennya. Adapun deskripsi kerja perusahaan CV. Inovasi Food sebagai berikut:

1. Direktur wajib bertanggung jawab atas memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan, juga memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer).

2. Sekretaris bertugas membantu kinerja direktur dan melakukan pendataan berbagai macam aktivitas perusahaan dimulai dari persiapan, sampai evaluasi akhir. Sekretaris bertanggung jawab menangani surat-menyurat, dan menyimpan arsip-arsip penting.

3. Bendahara bertugas membuat perencanaan terkait sumber keuangan dan penggunaan anggaran perusahaan. Selain itu juga mendata dan mengelola keluar masuknya uang.

4. Manajer Produksi bertanggung jawab atas pengadaan alat dan bahan yang diperlukan selama produksi, menjamin kelangsungan produksi, menyusun dan menyiapkan strategi produksi, melaporkan hasil produksi kepada direktur, mengoordinasi dan menyiapkan peralatan serta perlengkapan untuk produksi.

5. Manajer pemasaran bertanggung jawab menyiapkan segala sesuatu yang digunakan untuk pemasaran hasil produksi, menyusun dan melakukan strategi pemasaran yang jitu dan tepat sasaran, melaporkan hasil pemasaran kepada direktur, dan membangun jaringan pasar. 

Baca Juga : Bangdur Nusantara, Makanan Sehat Masyarakat Indonesia

Ikan Bandeng merupakan salah satu jenis ikan yang cukup banyak penggembarnya karena dangingnya renyah, harganya relatif murah dibandingkan dengan daging ayam maupun daging sapi, selain itu juga memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, dimana kandungan omega-3 Bandeng sebesar 14.2% melebihi kandungan omega-3 pada ikan salmon (2.6%), ikan tuna (0.2%) dan ikan sardines/mackerel (3.9%) serta lebih mudah menemukan ikan bandeng dari pada ikan salmon maupun ikan tuna yang harganya juga jauh lebih mahal dari ikan bandeng, akan tetapi kelemahan dari bandeng ini yaitu adanya tulang dan duri yang cukup banyak di dalam tubuh bandeng sehingga berisiko tinggi bila dikonsumsi oleh manusia terutama anak-anak. Hal ini mengurangi minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan bandeng.


Penulis : Nurmalasari
Editor   : Siti Hajar