Bangdur Nusantara, Makanan Sehat Masyarakat Indonesia
Cari Berita

Advertisement

Bangdur Nusantara, Makanan Sehat Masyarakat Indonesia

Kamis, 28 Desember 2017

Foto : Produk Bangdur Nusantara (Bandeng Tanpa Duri Cita Rasa Nusantara).
Indikatorbima.com - Bangdur Nusantara (Bandeng Tanpa Duri Cita Rasa Nusantara) merupakan produk perikanan setengah jadi berupa Bandeng mentah segar yang telah dibuang tulang dan durinya dengan berbagai variasi rasa.

Produk Bangdur Nusantara ini memiliki empat variasi rasa Nusantara yang mencerminkan konsep indonesia yang merupakan warisan budaya yaitu rasa Rendang makanan khas orang Padang, rasa Sambal Matah yang merupakan salah satu sambal khas dari Bali, rasa Balado salah satu menu makanan daerah Minangkabau, dan rasa Original, dalam pengolahan Bangdur Nusantara ini menggunakan teknik fillet dalam pemisahan tulang dan duri dari daging ikan bandeng.

Menurut penelitian Balai Pengembangan dan Penelitian Mutu Perikanan (1996), kandungan omega-3 Bandeng sebesar 14.2% melebihi kandungan omega-3 pada ikan salmon (2.6%), ikan tuna (0.2%) dan ikan sardines/mackerel (3.9%). Kandungan gizi Bandeng secara lebih lengkap dapat dilihat pada komposisi kimia yang terdapat pada Bandeng.

Komposisi Kimia Bandeng berdasarkan Jenis dan Jumlahnya, yaitu :
Fat 0.06%, Protein 20.38 %, Phosphorus 53 mg %, Manganese 19.19 mg %, Sodium 12.0 mg %, Calcium 4.89 mg %, Pottassium 0.38 mg %, Omega-3 14.2 %, Lioleic Acid 1.25 %, Eicosapentanoic Acid (EPA) 3.39 %, Decosahexanoic Acid (DHA) 9.48 %, Energy 820.60 cal, Sumber: Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan tahun 1996.

Selain memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk tubuh dan pertumbuhan produk Bangdur Nusantara juga memiliki variasi rasa sehingga menghilangkan kebosanan pada konsumen, dalam penyajiannya pun tidak hanya rasa bandeng presto, tetapi bisa juga bandeng goreng biasa ataupun krispi, pepes bandeng, ikan bakar bandeng, bandeng kuah, bandeng asam manis dan masih banyak lagi sarn penyajian yang lainnya yang bisa komninasikan dengan produk Bangdur Nusantara selain durinya sudah tidak ada terdapat berbagai pilihan variasi rasa, jadi produk Bangdur Nusantara yang merupkan gold dari CV. Inovasi Food ini selain citara Nusantara Indonesia, tanpa duri dan juga kandungan gizi yang masih tergaja karena proses pengolahannya menggunakan teknik fillet bukan memasak nya.

Pada umumnya ikan Bandeng diolah secara tradisional antara lain dengan cara pengasapan, penggaraman dan pemindangan. Cara pengolahan tersebut hanya merubah komposisi daging, rasa serta tekstur ikan, tetapi tidak dapat melunakkan tulang yang banyak terdapat dalam daging ikan Bandeng, untuk mengatasi gangguan tulang – tulang ini, ada suatu cara pengolahan khusus yang produknya disebut bandeng presto atau duri lunak namun hal ini dapat mengguragi nutrisi dari ikan Bandeng.

Manfaat makan bandeng yaitu mencegah penyakit jantung koroner, menurunkan kadar kolesterol, mengurangi resiko tekanan darah tinggi, selain itu dari komponen kandunngan kimia ikan mandeng juga memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh yakni kandungan protein untuk pembentukan otot, proses mengikat lemak, menjaga sistem kekebalan dan menambah massa otot, kalsium untuk memperkuat dan memperkokoh tulang, menjaga kesehata tulang dan gigi, menambah tinggi badan, mencegah osteoporosis, fosfor untuk menjaga kesehatan tulang, memperkuat tulang dan gigi, zat besi untuk mencegah terjadinya anemia, mengontrol produksi garam, mempercepat penyembuhan luka, vitamin A untuk menjaga kesehatan mata, mencegah ganguan pada mata, menjaga daya tahan dan kesehatan tubuh, omega-3 untuk perkembangan fungsi kognitif bagi ibu hamil, dapat menjaga kesehatan janin, dan mengoptimalkan perkembangan janin selama masa kandungan.

Baca Juga : Inovatif! Mahasiswa UMM Dirikan CV. Inovasi Food, Ciptakan Produk Bangdur Nusantara

Ikan Bandeng merupakan salah satu jenis ikan yang cukup banyak penggembarnya karena dangingnya renyah, harganya relatif murah dibandingkan dengan daging ayam maupun daging sapi, selain itu juga memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, dimana kandungan omega-3 Bandeng sebesar 14.2% melebihi kandungan omega-3 pada ikan salmon (2.6%), ikan tuna (0.2%) dan ikan sardines/mackerel (3.9%) (Penelitian Balai Pengembangan dan Penelitian Mutu Perikanan 1996). Sehingga lebih mudah menemukan ikan bandeng dari pada ikan salmon maupun ikan tuna yang harganya juga jauh lebih mahal dari ikan Bandeng, namun yang menjadi kelemahan dari ikan bandeng yaitu memiliki banyak duri dimana pada bagian punggung ada 42 pasang duri bercabang yang menempel di dalam daging dekat permukaan kulit luar, bagian tengah ada 12 pasang duri pendek, pada rongga perut ada 16 duri pendek dan bagian perut dekat ekor ada 12 pasang duri, menurut Hadie (1986) Dalam Soo (2013).


Penulis : Nurmalasari
Editor   : Siti Hajar