Kisah Uba Teo : Seorang Sando (Tabib Spritiual) Sembuhkan Ratusan Pasien
Cari Berita

Advertisement

Kisah Uba Teo : Seorang Sando (Tabib Spritiual) Sembuhkan Ratusan Pasien

Rabu, 15 November 2017

Foto : Muhtar Bin Usman atau yang akbrab disapa Uba Teo

Menjadi seorang tabib spritual merupakan pekerjaan yang kerap kali menjadi buah bibir dikalangan masyarakat. Sering kali seorang tabib mendapat gunjingan sekaligus pujian, pro dan kontra memang dualisme yang tak terpisahkan. Kata pro dan kontra ini lah menjadi kata yang cocok untuk sesuatu profesi yang jarang sekali diminati oleh para masyarakat saat ini. Karena ilmu spritual merupakan ilmu yang mempelajari sesutu yang ghoib dan membutuhkan orang-orang yang tepat untuk mempelajari dan mendalami ilmu ini.

Muhtar Bin Usman (Uba Teo) adalah orang terpilih yang memiliki ilmu spritual, beliau melakukan pengobatan dengan cara berbeda dari ilmu medis, bahkan dari dunia perdukunan yang biasa saat ini.

Beliau mengobati orang tanpa menyentuh korban yang terkena penyakit guna-guna atau sihir, beliau juga bisa mengobati orang lewat via telepon, asalkan mengetahui nama orang yang akan diobati dan dengan kehendak Tuhan, Insya Allah pasiennya pasti sembuh.

Sudah banyak sekali pasien yang berkunjung di rumah beliau (Uba Teo), yang beralamat di RT. 05 RW 05 Dusun Pai Desa Pai Kec. Wera Kab. Bima. Banyak orang-orang dari luar daerah yang rela membuang ongkos demi datang mengobati keluarganya di rumah beliau, ada yang dari Jakarta, Papua, Bandung, Bali, Jogja, apalagi orang asli daerah Bima, sudah ratusan orang yang berkunjung di rumahnya. Bahkan banyak orang yang rela membayar tiket dan uang jalan buat beliau, agar bisa pergi ke tempatnya guna mengobati lebih mendalam lagi.

Salah satu pasiennya bernama Pak Gafar orang Kendari, membayar ongkos perjalanannya dan menghadiahkan satu unit sepeda motor sebagai ucapan terima kasih karena telah menyembuhkan penyakit istrinya. Dari banyaknya pasien yang beliau obati, beliau mengatakan tidak pernah mematok harga tiap kepala atau tiap keluarga yang diobati. Karena Allah memberikan kelebihan yang beliau miliki untuk membatu sesama.

Sungguh pekerjaan yang sangat mulya. Namun Sepak terjang dari pekerjaan ini tidak lah berjalan dengan lancar, karena tidak ada izin tertulis dari pemerintah, yang memberikan izin atau pun melegalkan jasa pengobatan spritual ini. Padahal, pengobatan ini dengan pengobatan secara medis sama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat,yang membedakan hanyalah dari cara pengobatannya saja.

Pengobatan medis dilakukan denga cara Ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Sedangkan pengobatan spritual ini dilakukan dengan cara yang menurut kebanyakan orang tidaklah masuk akal (ghoib), namun terbukti ampuh menyembuhkan penyakit yang diderita oleh pasiennya.

Penulis : Ginanjar
Editor   : Fuad D Fu