Inilah Sebabnya Kenapa Hermansyah Dihakimi Massa Hingga Tewas
Cari Berita

Advertisement

Inilah Sebabnya Kenapa Hermansyah Dihakimi Massa Hingga Tewas

Jumat, 03 November 2017

Kondisi Mayat Hermansyah setelah dihakimi massa di Desa Sumi sekitar pukul 20.00 Wib pada hari Kamis 02 November 2017.

Indikatorbima.com - Penyebab amukan massa di Desa Sumi yang mengakibatkan Hermansyah (16) pelajar asal Desa Rato Kecamatan Lambu Kabupaten Bima (02/11) meninggal dengan Luka bacok dibagian Leher belakang akhirnya terungkap. Menurut keterangan Warga yang dilansir dari media metromini.co.id massa mengamuk setelah mendengar teriakan maling oleh korban yang mengaku dirinya dijambret oleh Hermansyah. Jum'at, (03/11/17).

Dikisahkan oleh RW, Bahwa korban pencopetan sebut saja namanya Fulan yang diduga dicopet oleh Hermansyah berteriak maling sehingga membuat warga setempat keluar rumah dan mengejar pelaku hingga terjadilah amukan massa dan menyebabkan hermansyah meninggal di tempat.

"Akibat teriakan maling, massa di Desa Rato keluar dari rumahnya dan mengejar Herman dan rekannya. Saat itu motor Herman dan rekannya keluar dari Desa Rato mengarah ke utara menuju Desa Sumi. Karena kehabisan bensin, Herman dan rekannya pun turun dari motor dan melarikan diri dengan katakutan yang luar biasa mengarah ke utara," ungkap salah satu warga setempat sebagaimana dilansir dari media metromini.co.id.

Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim Indikator Bima, Hermansyah telah dikebumikan di tempat pemakaman umum Desa Rato usai shalat Jum'at sekitar pukul 14.00 WITA.

Kemudian menurut keterangan salah satu warga setempat, Keluarga Korban dan masyarakat Rato berencana mendatangi kantor Kapolsek Lambu untuk menanyakan kejelasan motif kematian Hermansyah.

"Setelah pemakaman jenajah Herman. Pihak keluarga dan masyarakat Desa Rato berkumpul di pertigaan menuju kantor polsek dan pantai papa tepatnya desa sumi bersebelahan dari tempat kejadian kemari" ujar F kepada Indikator Bima.

"Katanya mau minta kejelasan ke pihak polsek" lanjutnya.

Sementara itu, peristiwa kematian Hermansyah akibat tindakan main hakim sendiri yang disebabkan oleh "teriakan maling" tersebut, mendapat kecaman dari berbagai Organisasi Daerah (Orda) Mahasiswa asal Bima di berbagai Kota rantauan. Salah satunya datang dari ketua komunitas Indikator Bima.

"Saya kira sudah pada saatnya tindakan main hakim sendiri itu dihentikan. Kemudian yang teriak maling pada Hermansyah juga perlu diproses secara hukum, karna teriakan dia menjadi penyebab mengamuknya massa. Semua itu demi kebaikan kita bersama" ujar Furkan kepada Indikator Bima.

Reporter : Irul Lambu