Selain Rusak, Asrama Mahasiswa Bima di Malang Ini Terkenal Angker
Cari Berita

Advertisement

Selain Rusak, Asrama Mahasiswa Bima di Malang Ini Terkenal Angker

Selasa, 28 November 2017

Kondisi bangunan atap depan asrama mahasiswa Bima
Indikatorbima.com - Selain tertinggal dan tidak terdaftar sebagai aset daerah, asrama mahasiswa Bima di Jl. Kawi Atas, Gang 6, No. 1002, Kelurahan Bareng Kulon, Kecamatan Klojen, Kota Malang Juga terkenal angker beberapa mahasiswa yang menghuni asrama ini kerap di ganggu oleh makhluk halus, Senin (28/11/17).

Menurut keterangan beberapa mahasiswa yang menempati asrama mahasiswa Bima tersebut, mereka sering diganggu oleh makhluk halus. Tak jarang mereka mendengar suara orang menangis dan menjerit di dapur dan kamar mandi. Bahkan pada saat mereka mencuci piring atau sedang memasak di dapur ada-ada saja suasana yang membuat bulu kuduknya merinding.

"Saya sedang membuat kopi di dapur dekat sumur dekat Wc, ada-ada saja suara orang menangis" ujar Komo salah satu mahasiswa penghuni asrama.

Sementara Brole penghuni asrama lainnya menceritakan, bahwa dirinya sering kali diganggu Henca (Sebutan orang Bima untuk salah satu jenis Makhluk halus) ketika tidur.

"Sudah beberapa kali, ketika tidur tapi sadar saya diganggu sama henca" ungkapnya.
Sumur di depan kamar mandi yang biasa dijadikan tempat cuci piring
Hal senada ditegaskan oleh Fuad yang menyatakan, bahwa memang benar di asrama mahasiswa Bima tersebut ada penunggunya. Meski demikian kondisinya tak membuat mereka takut dan meninggalkan asrama tersebut.

"Intinya percaya nggak percaya ada makhluk halus dan penunggunya di asrama ini, maklum kan sudah lama. tapi kami tetap bertahan sampai adanya pengakuan dari pemerintah Daerah" tutur Fuad penghuni lainnya. 

Asrama yang sudah di tempati sekitar 67 tahun tersebut sedang dihuni 9 orang mahasiswa dengan fasilitas 8 kamar (1 kamar tidak layak pakai) satu kamar mandi, satu sumur dalam, ruang tamu dan dapur. Meskipun angker dan banyak penunggunya mereka tetap bertahan menjaga asrama bima tersebut sampai adanya pengakuan dari pemerintah Daerah Bima.

Reporter : Azizu
Editor      : Muh. Ainul B