Perusda Kab. Dompu Rugikan Negara 500 Juta, Abdul : Kami Akan Gugat!
Cari Berita

Advertisement

Perusda Kab. Dompu Rugikan Negara 500 Juta, Abdul : Kami Akan Gugat!

Sabtu, 04 November 2017

Foto : Abdullah, SH.,MH (Ketua Yayasana Rakyat Tambora Bangkit)
Indikatorbima.com - Ketua Yayasan Rakyat Tambora Bangkit (Yarki) Abdullah, SH.,MH akan menggugat Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Dompu baik secara Pidana Maupun secara Perdata, jika dalam waktu satu Minggu Perusda tidak mengembalikan uang negara sebesar 500 juta. Sabtu, (04/11/17).

"Jika tidak dikembalikan dalam waktu seminggu ini, maka atas nama masyarakat dompu, sebagai ketua YARKI siap untuk melaporkan pidana dan menggugat secara perdata perusda yang dimaksud" ujar Abdul kepada Indikator Bima.

"Karena sudah diberikan kesempatan untuk mengembalikannya tapi tidak dilakukan" lanjutnya.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Dompu pada tahun 2015 mengatakan bahwa, Perusahaan Daerah Kabupaten Dompu diduga mengalami kerugian sebesar 500 Juta. Perusda Kabupaten Dompu harusnya sudah mengembalikan uang Negara sejak Tahun 2015 Silam. Namun hingga hari ini belum juga dikembalikan.

“Dalam LHP saya tidak berani katakan ada tindakan penggelapan. Hanya saja kami temukan tidak dilaksanakan admistrasinya sehingga menimbulkan indikasi kerugian negara,” ujar Syaiful kepala Inspektorat Kabupaten Dompu sebagaimana dilansir pada media berita11.com.

Menurut Abdul, Perusda Kabupaten Dompu harusnya sudah mengembalikan uang negara tersebut paling lambat 10 hari. Namun hingga saat ini Perusda belum juga mengembalikan uang Negara yang dimaksud.

"Harusnya menurut undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Admistrasi Pemerintahan ada kewajiban untuk mengembalikannya dalam waktu 10 hari, tapi sekarang tidak dikembalikan padahal dari tahun 2015" terangnya.

"Dan aparat penegak hukum harus mengambil langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan untuk meminta pertanggungjawaban kepala perusda" lanjutnya.

Abdul juga mengatakan bahwa, pihak yang berwajib harus didorong untuk melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ia juga menekankan agar pihak yang berwajib tidak bersikap seolah tidak tahu apa-apa. 

"Pihak berwajib harus didorong untuk menyelesaikannya, jangan diam dan seakan-akan tidak mengetahui apapun" tutupnya.

Reporter : Furkan