Moraturium Wahabi?
Cari Berita

Advertisement

Moraturium Wahabi?

Kamis, 09 November 2017

Ilustrasi (foto : Salafy News)
Pernyataan mengejutkan dari Putra Mahkota Kerajaan Saudi Muhammad bin Salman akan kembali pada Islam moderat dan menjauh dari paham Wahabi yang kaku dan kolot. Dinyatakan dalam Future Investment Initiatif, di Riyadh (24/10). Pangeran Muhammad Salman tegas menyatakan akan menumpas segala bentuk paham radikal dan fundamentalis yang selama ini membelit kerajaan Saudi.

Selanjutnya Pangeran Muhammad bin Salman itu menyatakan bahwa kami hanya akan kembali menerapkan nilai yang selama ini kami yakini. Yakni bahwa Saudi adalah negara Islam yang moderat. Kami terbuka pada dunia dan agama apapun". 

Lebih lanjut pangeran muda berusia 32 tahun ini berjanji akan menumpas ekstremis sekarang juga. Kami akan melenyapkan semua itu dari Saudi sesegera mungkin katanya lugas.

Tiga pilar kekuatan: Ibnu Suud, Bin Laden dan Muhammad bin Abdul Wahab. Ketiganya terlihat mulai oleng. Bisnis minyak mulai menyusut ditambah tekanan globalisasi dan internal rakyatnya sudah tak terbendung. Tak ada pilihan kecuali melakukan reformasi politik dan ekonomi. Yang kemudian berimbas pada reformasi paham keberagamaan.

Saudi dikenal eksklusif dengan paham keberagamaan yang kaku. Beberapa bilang kolot. Deskriminasi terhadap perempuan, membatasi hak berpolitik, pendidikan dan karier. Tentu menjadi bagian yang tak elok dilihat. Demokrasi politik juga berjalan lambat bahkan cenderung menutup pintu terhadap perubahan. Kesenjangan sosial ekonomi juga sangat timpang, bisa dilihat dari perbedaan kondisi desa dan perkotaan belum lagi persaingan suku dan nasab.

Reformasi Pangeran Muda Muhammad bin Salman penerus tahta kerajaan Bin Suud ada baiknya tapi tak selamanya benar. Sebagai penjaga dua Masjid Suci sudah seharusnya menjaga kukuh kemurnian Islam dari pengaruh modernisasi dan globalisasi.

Menjaga otentisitas ajaran Islam adalah mutlak harus dilakukan lebih dari apapun. Reformasi politik dan ekonomi tak seharusnya berimbas pada paham keberagamaan. Moderasi Islam hanya akan menambah silang sengkarut apalagi bila terjadi di dua masjid suci. Menjaga dua sumber tetap asli tanpa "embel embel" apapun itu seharusnya.

Tak dapat di Ingkari ada yang menggelisahkan sebagian kekompok Islam di luar Saudi, indikasi adanya Impor ideologi yang kemudian lazim disebut arabisasi (Wahab Isme) apalagi dilakukan dengan cara masif dan merasa paling benar sendiri. Ini yang patut direvisi.

Biarlah Islam di Saudi tetap original agar kami diluar dapat mengambil Islam dari sumber Islam otentiknya dan membawa nya ke tanah air kami dengan 'penggaraman' yang berbeda sesuai dengan kondisi rumah kami.

Penulis : @nurbaniyusuf Komunitas Padhang Makhsyar