KPK Kembali Tetapkan Novanto Sebagai Tersangka, Diduga Kabar Hoax?
Cari Berita

Advertisement

KPK Kembali Tetapkan Novanto Sebagai Tersangka, Diduga Kabar Hoax?

Selasa, 07 November 2017

Foto Setya Novanto (Sumber : SuratKabar.ID)
Indikatorbima.com - Beredarnya informasi tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka rupanya masih simpang siur, bahkan informasi tersebut diduga informasi Hoax yang sengaja dilakukan oleh oknum KPK yang tidak bertanggung jawab. Selasa, (07/11/17).

Menurut pemberitaan dibeberapa media menyebutkan bahwa, belum ada satu pihakpun yang dapat membenarkan dan memastikan informasi tentang penetapan kembali Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK, baik dari pihak KPK sendiri maupun dipihak Setya Novanto.

Ketika dikonfirmasi oleh salah satu media, pihak KPK melalui juru bicaranya Febri Diansyah justru mengatakan bahwa dirinya tidak tau menau tentang informasi tersebut, Febri menegaskan bahwa KPK masih fokus menangani kasus dugaan korupsi terhadap lima orang tersangka. 

"Belum ada. Kami masih fokus di lima orang ini dan juga perbuatan konstruksi penanganan perkara. Di sidang kan sedang diajukan saksi dan bukti-bukti," kata Febri sebagaimana dilansir dari media CNNindonesia.com

Hal senada juga disampaikan oleh pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, yang mengaku belum tahu soal penetapan kembali kliennya menjadi tersangka di KPK. dirinya juga mengaku belum menerima surat apapun dari KPK. bahkan Fredrich menduga bahwa, ada permainan oknum KPK yang sengaja membuat heboh. 

"Saya tidak tahu-menahu karena kita tidak terima. Kalau kita terima pun masak kita edarkan ke wartawan, kan nggak make sense. Berarti ini kan permainan oknum KPK sendiri, yang sengaja membikin isu bikin heboh masyarakat, kan mereka selalu ingin jadi pemain sinetron," kata Fredrich sebagaimana dilansir dari detiknews. 

Sebelumnya sempat diberitakan tentang adanya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang beredar dikalangan wartawan. Namun sampai dengan berita ini ditulis, tidak ada satupun pihak yang dapat memastikan tentang asli atau palsunya surat tersebut.

Reporter : Furkan