Kisah LDR : Sebuah Pengorbanan Yang Berakhir Luka
Cari Berita

Advertisement

Kisah LDR : Sebuah Pengorbanan Yang Berakhir Luka

Rabu, 22 November 2017


Pacaran LDR (LONG DISTANCE RELATIONSHIP) itu sudah bukan suatu hal yang mudah untuk dijalani. Cinta jarak jauh memang kerap melahirkan banyak ending yang mengundang empati.

Ada banyak pejuang LDR yang berhasil melalui hari menembus jarak dan meraih bahagia serta langgeng bersama pasangannya dan sebaliknya ada pula yang berakhir begitu saja.

LDR dikarenakan jarak yang jauh, para pejuangnya didtuntut untuk bertahan dari banyak ujian. Apalagi kalau ujiannya patah hati, yang bisa dilakukan cuma nangis sendiri. Disini ada yang namanya kalimat penguat "Jadilah Wanita Hebat Yang Tangguh Untuk Bertahan" yang harus diingat terus.

Ditinggal sendiri mah sudah biasa, sudah tidak terhitung alasannya hanya karena kesibukkan. Kadang-kadang sedang asyik ngobrol atau bercanda ada saja yang ganggu; suruh ke lokasi pertemuan, ada rapat dadakan, ada tugas deadline, pokoknya kamu dengan segala kesibukanmu.

Disini kadang aku merasa kecewa. (Hehehee…. Pria lebih milih utamakan hobinya dari pada kekasihnya). Ada yang namanya egois yang selalu jadi penyebab pertengkaran kita. Ada kalahnya kita sibuk dengan kesibukan kita masing-masing, kamu dengan hobimu, kamu dengan teman kerabat apalagi duniamu. Kadang aku merasa tidak diperdulikan dan tak berarti di bagian ini, ditinggal sendiri, jadi orang yang tidak penting, terus gangguin kamu tapi malah dicuekkin. Malah disuruh diam dan dengarkan apa yang didengar via telepon, bahkan yg bikin nyakit lagi ditinggal tanpa kabar berhari-hari (ini dah letak egoismu). Tapi kalimat yang bikin aku sadar dan sering dijelasin adalah pasangan kita begitu karena "dia sedang menyusun masa depan yang akan kita berdua nikmati hasilnya nanti". Tapi sebagai pasangan kita harus mendukungnya dari belakang apapun yang menurutnya baik.

Selalu sabar dan jangan putus asa untuk memberikan senyuman. Semoga sukses selalu kekasihku (itu yang selalu kudoakan). Karena pepatah bilang "pria sukses ada wanita hebat dibelakangnya". 

Dengan cinta aku kuat meski kadang dibanting dengan rasa egois yang menurutku tidak adil untukku, aku meyakini bayanganku selalu bersamamu dan juga tau itu (kepedean). perjalanan panjang untuk lewati waktu sendiri, tapi hatiku dengamu, dan kamu harus tau itu. dari banyaknya waktu yang terlewati ada saja sebagai penguat cinta, di selingkuhin lah (entah berapa kali aku disia2kan seperti itu) yang lebih nyakit itu hari ini bilang cinta bangat sama aku, besoknya upload foto sama orang lain ternyata bersama pacar barunya (disitu cintaku diuji) di tinggalkan begitu saja demi menghargai perasaan orang lain (yg itu paling sakit), pergi tanpa alasan, dan ada tapi nda di anggap seperti orang lain dan tak berarti (sedih sekali kalau ingat itu) tapi begitu cintanya aku terhadapmu, walaupun aku juga pernah menyakitimu, "pergi dengan orang lain". Setidaknya aku tidak meninggalkan saat kau masih denganku. 

Untuk kau ketahui bahwa nggak semua perempuan itu bisa bertahan dengan patah hati. Ada banyak luka di sini, dan ada banyak alasan untuk bertahan mencintaimu. Akupun juga merasa tergoda oleh banyaknya godaan yang datang mendekat ibarat pangeran yang menyugukan kebahagiaan. Tapi aku masih bertahan dengan satu pilihanku, yaitu untuk terus bersamamu, berapa banyak orang yang aku sia-siakan hanya untuk menyelamatkan hubunganku, ada berapa banyak ujian yang datang namun aku tetap memilihmu (awalnya). Tapi dari sekian perjalanan yang ku lewati, kau mungkin tak pernah tau aku sering sering mencemaskanmu saat kau tak punya kabar dan seakan lebih mementingkan orang lain dari pada aku.

Bukan cinta yang salah tapi keadaan yang memaksa. Dimana saat semuanya berubah tak lagi sama, tak lagi dengan komitmen awal, dan berbeda, dan kita tau tentang itu. 

Ada kalahnya aku menyerah dari keadaan. Keadaan yang tak bisa aku paksakan. Meski akhirnya aku juga yang kecewa, bukan salahmu mengakhiri, bukan salah kita untuk saling meninggalkan.

Perjalanan panjang itu berakhir begitu saja, ya begitu saja. Kata menyakitkan yang tak pernah bisa aku ungkapkan alasannya. Tapi terima kasih untuk cinta, begitu banyak cinta yang kau beri, akupun salut dengan perjuanganmu, dan aku bahagia selama ini bertahan dan juga mencintaimu. saat aku terpuruk dari takdirku, kau kuatkan aku dengan cintamu, saat aku sakit dan terjatuh bahkan duka yang selimutiku, kau ada untukku, kau ada di belakangku walau bayanganmu yang menemaniku, susah senang bahagia, walau kau tak selalu denganku walau kau kadang tak mau perduli dengan keinginanku, walau kau sibuk dengan duniamu, cinta memang tak harus memiliki.

Mungkin takdir tak ijinkan aku dan kamu menjadi kita. Terima kasih untuk sekian lamanya mencintaiku, lewati hari meski hanya via telepon dan obrolan sosial media ini yang yang menyatukan kita. Tapi banyak yang buat aku terkesan entah cintamu yang unik, dan caramu mencintaiku, cintamu memang penuh kejutan, (menunggu itu penuh kejutan) inilah ungkapan yang jadi pedoman cintaku. Namun semuanya hancur begitu saja. Saat kata kita sudah jadi aku dan kamu. Mimpi kemarin sudah jadi abu, cinta kemarin sudah jadi masa lalu, rasa sayang kemarin sudah jadi kenangan. Itulah LDR.

Selama bertahun-tahun jalani hubungan ini, mungkin masa lalu kadang jadi musuh untuk kita, saat kita berusaha melupakan disitu pula kenangan selalu datang jadi ingatan. Akupun tak merasa bahwa aku yng benar atau kamu yang salah atau semuanya keputusan ini tak adil, untuk aku dan kamu.

Untuk kau renungkan, wanita itu nggak harus di sia-siakan dia punya hati yang tulus untuk mencintaimu wahai pria, di punya perasaan yang lembut untuk kau jaga. Dan dia wanita yang harus kau lindungi. Pria hebat tentu akan menyayangi wanita hebatnya. Hargailah wanita, dialah nanti yang akan melahirkan keturunanmu, tanpa mengurangi rasa cintaku, aku tau aku salah, aku tau aku pergi tinggalkan cintaku yang selama ini denganku, namun aku juga tau, cinta ini bukan soal hati saja. 

Selama aku dengamu, aku tak pernah ingin menjauh dari mu meski aku tau, kau takkan pernah ada disampingku, lewati hari bersama, jalan berdua seperti pasangan lain, cinta kita dalam diam, namun dalam (ulala) Berakhirnya kisah Ldrku.

Untuk kekasihku...
Terimakasih telah menemaniku selama ini. Menjadi bagian terpenting dari hidupku, Eeak!! Mungkin tidak semua orang bisa seperti kamu. Kamu jauh lebih indah di mata orang lain daripada aku. Aku adalah orang pertama yang pertama bakalan terus kepoin kamu walaupun kamu ceritakan kembali nantinya.

Aku yang hanya bisa melihat gambar dirimu, betapa kau memberikan kebahagiaan yang sempurna untuk orang lain. Terlihat dari sisi sosialmu, dan itu jelas aku rasakan.

Untuk kekasihku...
jangan pernah berhenti mencintai hanya karna sakit hati, terus semangat lewati harimu. Maaf, aku tak bisa temanimu wujudkan mimpi kita, semoga saja kau tak membenciku, dan aku selalu doakan yang terbaik untukmu, jadilah pria hebat yang akan menaklukan wanita hebat pula. Dan jadilah pria ideal pilihan wanita. Dan kau sempurna untukku.

Penulis : Kursita
Editor   : Ell Al Khaytam