Kisah Khairul Farid : Perawat Muda Sekaligus Penulis Novel Cerita Depta Me(maksa)Lepas
Cari Berita

Advertisement

Kisah Khairul Farid : Perawat Muda Sekaligus Penulis Novel Cerita Depta Me(maksa)Lepas

Rabu, 15 November 2017

Khairul Farid : Penulis Novel Cerita Depta : Me(maksa)Lepas.
Perawat merupakan profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan masyarakat sehingga mereka dapat mencapai, mempertahankan, atau memulihkan kesehatan yang optimal dan kualitas hidup dari lahir sampai mati. Betapa mulianya profesi seorang perawat, ia fokus pada pelayanan dalam merawat kualitas hidup dan mati individu, keluarga, dan masyarakat.

Selain menjadi seorang perawat, Khairul Farid juga aktif dalam menulis, baginya menulis bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Namun Profesinya sebagai seorang perawat tetaplah yang utama.

"Saya tetap memprioritaskan profesi utama saya sebagai perawat, Menulis hanya bagian kedua dari pekerjaan saya" ujar alumni mahasiswa PT Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Jurusan Perawat S1 Ners ini.

Disela kesibukannya sebagai seorang perawat pada salah satu di RS Swasta di Kota Yogyakarta dan menjadi seorang Layouter di Penerbit Pustaka Senja Purwokerto Jawa Tengah. Khairul Farid tetap menyempatkan waktunya untuk menulis. Kapanpun dan dimanapun ia pergi, selembar kertas dan sebuah pulpen tetap ada pada genggaman tanganya. 

"Setiap kali saya keluar entah jalan atau nongkrong dengan rekan-rekan, Saya selalu membawa selembar kertas dan sebuah pulpen" kata demisioner Ketua MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Stikes Jend. A. Yani Yogyakarta ini.

"Kadang-kadang dikala menyendiri selalu saja ada hal yang saya tuangkan dengan kertas dan pulpen yang saya bawa" lanjutnya.

Diakuinya, dengan menulis ia menemukan ketenangan. Tentang apa yang ia rasakan hanya pena dan tintalah yang dapat menjelaskannya.

"Saya menemukan ketenangan dengan menulis. Apa yang saya rasakan, pena dan tintalah yang menjelaskan" tutur pemuda 24 tahun ini.

Tak hanya sampai disitu, diakuinya akan ada novel kedua yang akan diterbitkan tahun depan. Ketika ditanya novel tentang apa yang sedang ia tulis dirinya enggan bercerita namun dirinya memastikan bahwa novel tersebut berbicara tentang perempuan. Karna baginya, tidak akan habis kata-kata ketika kata itu membicarakan perempuan.

"Masih dirahasiakan dong, sengaja biar penasaran. Intinya tentang perempuan" ucapnya.

"Karena tidak akan habis kata-kata jika dihidupkan dihadapkan dengan kata perempuan" lanjutnya.

Khairul Farid, lahir pada tanggal 3 Juni 1993 di Dusun Terewuwu, Desa Tawali, kecamatan Wera, kabupaten Bima. Dari pasangan Mustakim (Ayah) dan Hartini (Ibu), Anak pertama dari 4 bersaudara. Cerita Depta Me(maksa)Lepas merupakan novel pertama yang ia tulis, sebuah novel yang menceritakan kisah nyata tentang percintaan dirinya bersama sang kekasih. Tentang kekasihnya yang memaksa lepas hanya karna sebuah ego.

Tidak sedikit waktu yang ia habiskan untuk mencintai sang kekasih. Hampir 4 tahun lamanya ia bertahan, melewati ujian dan cobaan, menahan godaan, ego, amarah, jatuh kemudian kembali bangkit. Semua itu ia lakukan hanya untuk mencintai sepenuh hati. Namun ego mengalahkan segalanya. 

"Jika satu orang menganggapmu tak penting, biarkan semua orang menganggapmu terpenting" tutur alumni siswa SMAN 1 WERA ini.

"Tak perlu balas dendam dengan membuat seseorang merasa benci, balas dendamlah dengan membuat kesuksesan yang berarti" lanjutnya.

Pengalaman pahit dalam hal percintaan tidak membuat ia berhenti untuk tetap mencoba dan mencoba. Mencoba untuk bangkit dari keterpurukan masa lalu. Ia bangkit lalu memilih untuk menulis, mengabadikan pengalaman, kenangan, bahkan luka dan penderitaannya. Baginya mencoba adalah cara terbaik untuk bangkit.

"Kamu, dia dan mereka atau semua orang punya potensi dalam dirinya. Jangan takut untuk mencoba. Segala hal tanpa tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya seperti apa" tuturnya memotivasi.

Menurutnya, segala sesuatu yang dilakuka oleh semua orang bermula dari dirinya sendiri, pikiran harus selalu diperhatikan, karna pikiran adalah awal dari semua keinginan.

"Segala sesuatu yang kita lakukan berawal dari diri sendiri, perhatikan pikiranmu, sebab disana adalah tempat keinginanmu berawal" terang alumni siswa SMPN 1 WERA ini.

"Kesuksesan seseorang terhambat oleh dua hal yaitu Malu dan ragu untuk mencoba. jika dua hal tersebut bisa terkalahkan, Niscaya kau akan menemukan makna dirimu sebenarnya" tutupnya.

Penulis : Furkan
Editor   : Ell Al Khaytam