Inilah Legenda dan Keajaiban Api Sangiang
Cari Berita

Advertisement

Inilah Legenda dan Keajaiban Api Sangiang

Kamis, 23 November 2017

Ilustrasi (foto : tm - blogger)
Keberadaan Api Sangiang merupakan misteri kehidupan masyarakat Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya bagi masyarakat Desa Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Dalam sebutan bahasa Bima (Mbojo) api Sangiang disebut "Afi Sangia", "Afi" berarti Api sedangkan "Sangia" berarti Sanging (Gunung Sangiang). Api Sangiang adalah suatu legenda yang pernah ada dan sangat ditakuti oleh masyarakat Bima.

Masyarakat Desa Sangiang masih percaya, bahwa Api sangiang masih ada dan akan membakar setiap harta benda atau barang yang dihasilkan dari mencuri barang milik masyarakat Desa Sangiang.

Ajaibnya Api sangiang itu hanya akan membakar harta benda atau barang yang di miliki oleh orang yang melakukan pencurian harta benda milik masyarakat Desa Sangiang. Harta atau barang yang dibakar oleh Api sangiang tersebut haruslah hasil dari pencurian, dalam arti harta benda dan barang lain tidak akan sedikitpun dibakarnya. Misalnya, ia (pelaku) mencuri kerbau milik masyarakat Desa Sangiang kemudian kerbau tersebut dijual lalu uang hasil penjualan kerbau tersebut ia belikan rumah atau mobil, nah rumah atau mobil itulah yang akan terbakar sementara yang lain tidak akan terbakar.

Hal itu diperkuat oleh kesaksian salah satu sesepuh masyarakat Desa Sangiang, pak Zahari (79) yang tinggal di Sumbawa. Menurut kesaksiannya, ia pernah mengalami langsung betapa dahsyatnya ketika api sangiang membakar hangus rumah pelaku beserta isinya hingga yang tersisa hanyalah abu.

“Saya pernah melihat dan mengalami langsung betapa hebatnya api sangiang ketika marah,” ungkapnya dengan sungguh-sungguh.

Pak Zahari menjelaskan kronologi mengapa Api Sangiang membakar hangus rumah tersebut, ia mengatakan bahwa rumah tersebut adalah milik pelaku yang telah mencuri kerbaunya sebanyak 4 ekor. mengetahui hal itu, pak Zahari langsung memberikan peringatan kepada si pelaku agar mengembalikan kerbau miliknya sebelum terjadinya kebakaran, namun hal itu tidak diindahkan oleh pelaku. akhirnya, Pak Zahari pulang ke Desa Sangiang untuk menemui orang yang bisa mengendalikan Api Sangiang.

“Waktu itu saya tahu bahwa yang mencuri kerbau saya, yang jumlahnya 4 ekor adalah dia, karna itu saya memberikan peringatan secara baik-baik kepada dia agar mempercayai perkataan saya tentang Api Sangiang, tapi dia tidak percaya. Akhinya saya pulang ke desa saya di Bima dan saya temui langsung orang yang tau mengendalikan Api Sangiang” ungkap pak Zahari.

Pada awalnya pak Zahari tidak percaya tentang keberadaan Api sangiang, meskipun ia sering mendengar misteri api yang melegenda itu. Namun ia tetap mencoba untuk mendatangi orang yang tau dan bisa mengendalikan Api Sangiang. Pada saat ia mendatangi orang tersebut, ia diberitahu bahwa jika benar orang (pelaku) itu mencuri kerbaunya maka hari Jum'at akan terjadi kebakaran. Dan benar saja, kebakaran itu benar-benar terjadi.

“Awalnya saya sendiri juga tidak percaya tentang Api Sangiang, tapi saya juga ingin membuktikannya. Saya sangat kaget ternyata apa yang di katakan oleh orang yang saya temui itu benar. Dia mengatakan akan terjadi kebakaran pada hari Jum’at, Dan itu benar-benar terjadi," terangnya.

Ajaibnya api tersebut hanya membakar rumah pelaku tanpa sedikitpun mengganggu rumah yang lain (rumah tetangga), padahal rumah tersebut sangat dekat dengan rumah yang lain. Tidak hanya itu, pada saat kejadian berlangsung tidak ada satupun warga yang bisa memadamkan gejolak Api Sangiang tersebut. Api Sangiang menyala dan akan mati sendiri usai menghanguskan rumah pelaku.

"Hanya rumah pelaku itu yang terbakar hangus padahal rumahnya sangat dekat dengan rumah lain, tidak ada yang sanggup mematikan api itu, api itu menyala dan mati sendiri. Setelah kejadian itu, selama hidup saya meyakini keberadaan Api Sangiang itu” tambahnya menjelaskan. 

Pak Zuhari juga menjelaskan bahwa Api Sangiang memiliki ciri-ciri tersendiri, yang berbeda dibandingkan api biasa. Jika api biasa memiliki warna merah, maka Api Sangiang memiliki warna merah kebiruan. 

“Api Sangiang itu berbeda dengan api lain, berwarna merah kebiruan, dan ketika membakar sesuatu tak akan ada yang sanggup memadamkannya. Api tersebut hanya akan membakar milik pelakunya,” jelasnya.

Api sangiang sendiri merupakan nama atau sebutan untuk api misterius yang dikenal oleh masyarakat Bima. Menurut keterangan salah satu penduduk Desa Sangiang, nama api itu diberikan oleh masyarakat setempat karena api itu diketahui berasal dari desa tersebut.

“Api Sangiang itu adalah nama yang diberikan oleh masyarakat disini, karena api itu berasal dari tempat ini” Ungkap Siregar (72).

Siregar juga menjelaskan, bahwa kisah Api Sangiang pernah terjadi di beberapa tempat, seperti di Pasar Bima, Sumbawa dan Sape.

“Menurut cerita masyarakat, peristiwa kebakaran yang terjadi di Pasar Bima, rumah orang di Sumbawa dan Sape adalah peristiwa Api Sangiang,” katanya. 

Menurut cerita masyarakat setempat, Api Sangiang tidak datang dan pergi dengan sendirinya. Api itu dinyalakan dan beraksi sesuai dengan perintah pengendali api. Dalam artian, ada ahli atau pawang api yang dikenal bisa menghadirkan dan mengendalikan Api Sangiang.

Meskipun sudah sangat lama tidak terjadi, namun sampai dengan hari ini legenda Api Sangiang masih sangat dikenal oleh masyarakat Bima. Keajaiban Api Sangiang dengan ciri khas warna merah kebiruan dan hanya akan membakar harta benda atau barang dari hasil curian serta tidak ada yang akan mampu memadamkannya (menyala dan mati sendiri) membuat banyak orang takut untuk melakukan pencurian barang milik masyarakat Desa Sangiang.

Penulis : Furkan
Editor   : Fuad D Fu